Hidup sederhana dapat diartikan dengan bersikap cukup dengan apa yang dimiliki. Bergaya sederhana dengan menggunakan barang yang ada dan tidak memamerkan apapun merupakan sebuah kemewahan yang tak ternilai.

Kelihatannya, sulit untuk tampil sederhana apalagi di zaman dunia digital seperti ini. Namun, dengan hidup sederhana, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih mumpuni. Hal ini bisa dilihat dari konteks mentalitas dan kejiwaan.

Saat Anda berlaku sederhana, Anda tak perlu memusingkan orang lain. Misalnya, saat kerabat Anda membeli gadget baru dan memperlihatkannya pada Anda. Dengan rasa kesederhanaan, Anda tak perlu merasa iri dengan apa yang dia miliki. 

Bersikap sederhana membuat Anda berkonsentrasi pada diri Anda lebih daripada kepada orang lain. Tak perlu khawatir dan merasa bahwa anda ketinggalan zaman atau semacamnya. Anda bisa tetap menjalani hari dengan kesederhanaan yang berharga.

Selain keuntungan yang satu itu, kesederhanaan juga secara tak langsung dapat membawa Anda kepada kekayaan. Mengapa bisa? Tentu saja, karena saat Anda bersikap sederhana, Anda dapat menyisihkan uang yang didapatkan.

Contohnya, Anda adalah seorang pegawai di salah satu perusahaan. Setiap hari Anda melakukan kegiatan biasa tanpa sering-sering mengeluarkan uang lebih. Saat mendapatkan gaji setiap bulan, Anda menginvestasikannya. Uang merupakan sesuatu yang berharga bagi Anda.

Karena Anda merupakan tipe orang yang sederhana, uang yang Anda simpan tersebut lama-lama menjadi semakin bertumbuh. Anda tak perlu membeli gadget baru setiap tahun atau baju baru setiap bulan. Ini akan sangat berdampak pada kestabilan ekonomi.

Sehubungan dengan ini, Anda juga akan menjadi lebih fokus pada tujuan jangka panjang. Jika Anda memiliki cita-cita untuk membeli rumah atau membangun bisnis, Anda bisa fokus untuk menggapainya. Setiap impian butuh waktu untuk dicapai dan kesederhanaan bisa menjadi salah satu medianya.

Baca juga:  3 Kota Wisata di Indonesia yang Tak Tertandingi

Banyak orang tergoda untuk memiliki gaya hidup mewah. Sayangnya, mereka mendapatkan itu semua dengan cara kredit. Barang-barang mewah yang mereka agungkan ternyata adalah hasil dari pinjaman sana-sini. Itu merupakan hal yang sebaiknya tidak dicontoh.

Lebih baik bersakit-sakit dahulu lalu bersenang-senang kemudian, daripada sebaliknya. Maka dari itu, yuk, mulai terapkan kebiasaan hidup sederhana dari sekarang. **auh

Foto: Unsplash

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.