Dewi Athena digambarkan sebagai sosok mitologi yang lahir dari kepala ayahnya sendiri, Zeus. Takjubnya, ia lahir dengan menggunakan baju zirah lengkap dengan mahkota dan tombak kebanggaannya.

***

Dewi Athena merupakan simbol dari perlindungan dan kebijaksanaan. Namun, di satu sisi ia juga adalah simbol dari peperangan. Berbeda dengan Ares, Sang Dewa Perang yang memiliki sifat alamiah yang brutal, Athena berada di sisi perlindungan dalam perang.

Di dalam hiruk-pikuknya kekuasaan dewa-dewi Yunani, Athena merupakan dewi yang memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat. Banyak cerita dan legenda bertebaran, mengisahkan dewi yang satu ini.

Salah satu mitologi Yunani terkenal yang berhubungan dengan Athena adalah kisah Medusa. Seorang pendeta wanita yang mengabdi di kuil Athena, dikutuk oleh Sang Dewi menjadi monster berambut dan bertubuh ular. Siapapun yang menatap matanya, akan menjadi batu.

Ini terjadi karena kecantikan Medusa menarik hati Sang Dewa Laut. Mirisnya, Poseidon melecehkan wanita tak berdaya ini di kuil, tepat di depan patung Athena. Marah akan apa yang terjadi, ia mengutuk Medusa menjadi manusia setengah ular.

Sebagai dewi yang merepresentasikan kebijaksanaan, ini merupakan hal miris yang dapat kita lihat. Bagaimana bisa, seorang dewi tidak membela manusia yang benar, namun malah mengutuknya menjadi sesuatu yang sangat mengerikan.

***

Cerita lainnya yang berhubungan dengan Dewi Athena adalah Perang Trojan. Saat Peleus dan Thetis menikah, seluruh dewa-dewi Yunani diundang untuk datang, kecuali Eris, Si Dewi Perselisihan.

Eris diam-diam datang ke pesta dan melemparkan sebuah apel emas bertuliskan, “for the fairest” atau “untuk yang tercantik”. Athena, Hera, dan Aphrodite melihat apel tersebut dan mengklaimnya masing-masing. Akhirnya, mereka bertanya pada Zeus mengenai siapa yang tercantik di antara ketiganya.

Baca juga:  Mandi Jelang Ramadhan, Tradisi Lintas Tempat di Nusantara

Zeus “melemparkan” hak menjawab ke arah Paris, seorang Pangeran Trojan. Athena menawari Paris kemasyhuran di setiap perang, Hera menjanjikan kekuasaan di seluruh Asia dan Eropa, dan Aphrodite menjanjikan wanita tercantik di muka bumi, Helen.

Paris, tergoda oleh tawaran terakhir, memilih Aphrodite sebagai yang tercantik. Hal ini menyebabkan terjadinya Perang Trojan yang menewaskan banyak korban. Disini, Athena dan Hera yang merasa kesal, mendukung Yunani dan berhasil memenangkan perang.

Aneh memang, seorang dewi bisa merasa iri dan dengki terhadap dewi lainnya. Bukankah seharusnya sosok dewi sudah mengetahui segalanya? 

***

Membantah semua hal itu, Athena merupakan salah satu dari 12 Olympians yang diagung-agungkan oleh masyarakat Yunani kuno dan sekitarnya. Kecerdasan dan kekuatannya yang hebat, membutakan sebagian dari mereka untuk terus memujanya.

Menurut Anda, apakah Dewi Athena dapat dikatakan sebagai gambaran utuh perlindungan dan kebijaksanaan? **auh

Foto: ArtStation

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.