Buasnya Pemanasan Global Didalangi Manusia

Pemanasan global dapat terjadi saat tingkat rata-rata suhu udara dunia meningkat secara drastis. Buasnya pemanasan global dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak di antara kita yang masih tidak mengenal apa itu pemanasan global atau global warming. Beberapa di antara kita sangat sulit untuk mendengarkan dan mengikuti anjuran untuk mencegah permasalahan ini menjadi semakin buruk.

Ingatlah, Anda, saya, dan makhluk hidup lainnya hanya memiliki 1 bumi; 1 rumah untuk bersama. Kemana kita pergi jika rumah kita ini hancur?

Apa Itu Pemanasan Global?

National Wildlife Federation mengatakan bahwa pemanasan global merupakan kejadian dimana suhu udara meningkat. Sehubungan dengan ini, bencana alam pun akhirnya terjadi. Bencana yang dapat kita saksikan saat ini misalnya kebanjiran, tsunami, dan kebakaran. 

Sejatinya, perubahan iklim memang telah terjadi bahkan di masa lampau. Namun, seiring berkembangnya zaman, peristiwa ini terjadi begitu sangat cepat. Para ilmuwan bahkan telah mewanti-wanti kita akan bencana-bencana besar yang mungkin akan membinasakan manusia.

Siapa Dalangnya?

Simple. Makhluk yang berjalan di atas kedua kakinya. Ada yang tahu?

Ya, manusia. Makhluk tercerdas, termodern, dan terkejam di muka bumi ini adalah pelopor dari buasnya pemanasan global. Mentang-mentang bisa melakukan segalanya, manusia menjadi serakah dan tak tahu arah.

Misalnya, dalam penggunaan bahan bakar untuk kendaraan. Jangankan berjalan ke kantor, pergi ke toko di ujung jalan saja bawa motor. Daripada naik sepeda ke sekolah, mending, naik mobil aja lah! Iya, kan?

Nah, penggunaan BBM yang berlebihan ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya global warming. Sebetulnya, boleh-boleh saja sih, kita naik mobil atau motor, karena memang sarana dan prasarana di Indonesia masih kurang memadai, hehe… Namun, jika rumah kita dekat dengan tujuan, cobalah untuk berjalan kaki saja.

Baca juga:  Seperti Apa Makanan Nusantara di Zaman Dahulu?

Berjalan kaki kan, membuat diri dan dompet kita hemat dan sehat. Menurut penelitian, orang dengan berat badan 70 kg dapat menurunkan kalori sebesar 49 kkal hanya dengan berjalan kaki selama 5 menit setiap harinya. Hebat, bukan?

Selain penggunaan BBM berlebihan, listrik juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Jika Anda masih suka lupa untuk mematikan lampu sebelum pergi, mengucurkan air keran secara terus-menerus, atau mandi dengan air yang berlebihan, mari bersama mengatasinya.

“Tapi kan, ini uang saya, bebas dong mau saya pakai apa juga!”

Betul, sih, tapi dengan mengurangi penggunaan listrik, kita dapat menghemat tagihan bulan ini dan menjadi kontributor dalam menekan tingkat pemanasan global. Perlu diketahui, bahwa listrik yang dipakai dapat meningkatkan gas karbondioksida ke bumi. Maka dari itu, bumi menjadi semakin panas.

Faktor penting lainnya adalah penggundulan hutan. Greenpeace menyatakan bahwa penggundulan hutan secara ilegal di Indonesia dapat mencapai 3,8 juta ha per tahun. Bisa dibayangkan betapa luasnya area yang dilahap oleh para pihak tak bertanggung jawab ini.

Keberadaan pohon dan tumbuhan sangatlah penting bagi bumi. Hal ini dikarenakan karbon dioksida yang ada di udara, diserap oleh tanaman untuk melakukan proses fotosintesis. Sebagai balasannya, mereka menghasilkan oksigen yang dapat kita gunakan untuk bernapas.

Bisa dibayangkan, jika tumbuhan di bumi ini tinggal sedikit, namun jumlah populasi manusia terus meningkat. Apa yang akan terjadi? Kepunahan, tentu saja.

Apa yang Harus Dilakukan?

Mari mulai berkontribusi dalam meminimalisasi tingkat pemanasan global, mulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan sehari-hari. 

Misalnya, dengan membuang sampah pada tempatnya kita akan membuat lingkungan terasa lebih nyaman dan asri. Selain itu, kita juga dapat bepergian ke tempat yang dekat dengan berjalan kaki saja; tidak perlu membawa motor, apalagi mobil.

Baca juga:  Menulis Tegak Bersambung yang Melelahkan Namun Penting

Jika terkadang kita masih lupa untuk mematikan lampu sebelum berangkat, cobalah untuk selalu melakukannya. Dengan begitu, kita dapat menghemat listrik dan tentunya pengeluaran setiap bulan.

Jadi, siap untuk melakukan perubahan? **auh

Foto: Pixabay

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.