Setelah sebulan berlalu, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, akhirnya mengungkap bahwa Irjen Ferdy Sambo diduga merupakan dalang utama pembunuhan Brigadir J. Ferdy disebut memerintahkan Bharada E. untuk menembak Brigadir J. di rumah dinasnya pada Jumat (8/7).

Peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J (Yosua) yang mengakibatkan Saudara J meninggal dunia, yang dilakukan oleh Saudara RE (Richard Eliezer) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo),” demikian disampaikan Sigit dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (9/8)

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai salah satu tersangka pembunuhan berencana dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam kronologis terbaru disebutkan bahwa setelah RE menembak J, Ferdy menembakan peluru ke dinding sebanyak 5 kali menggunakan pistol Brigadir J., agar seolah-olah terjadi insiden tembak-menembak.

Ia menyuruh melakukan pembunuhan dan membuat skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak. FS melepaskan beberapa kali tembakan ke dinding menggunakan senjata api milik Brigadir J,” lanjut Sigit.

Selain Ferdy, ada tiga tersangka lain yang terancam dengan hukuman yang sama, yaitu Bharada E., Bripka RR, dan KM yang merupakan asisten rumah tangga sekaligus sopir Putri Chandrawati, istri Ferdy.

Keterangan ini mengubah kronologi yang disampaikan oleh pihak kepolisian sebelumnya, yaitu terjadi insiden tembak-menembak antara Brigadir J. dan Bharada E. di kediaman Irjen Ferdy Sambo. 

Pihak kepolisian menemukan fakta baru dimana terdapat kejanggalan atas kesaksian tersebut. Mulai dari semua CCTV yang rusak dan bekas-bekas memar yang ditemukan di tubuh Brigadir J. **auh

Foto: Detikcom/ Rifkianto Nugroho

Baca juga:  Saat Rapid Test Jadi Ladang Bisnis

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.