Menurut Setyani dan Sodik (2017), merokok dapat menghilangkan hal positif seperti keingintahuan dan semangat belajar; di samping itu, hal ini juga dapat menghasilkan polusi udara dan mempertipis lapisan ozon.

Namun, apakah orang-orang telah sadar akan hal ini?

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah perokok dewasa di Indonesia bertambah dari 60,3 juta menjadi 69,1 juta orang pada 2021. Angka ini merupakan sesuatu yang sangat signifikan.

Hal yang paling miris dari temuan ini adalah rokok menjadi pengeluaran belanja terbesar kedua pada orang miskin–lebih tinggi dari pengeluaran untuk makanan bergizi.

Selain hal-hal yang telah disebutkan, sebetulnya apa saja, sih, dampak negatif dari merokok itu?

1. Masalah Rambut

Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah manusia.

Nah, jika seseorang secara rutin merokok dan menghisap kandungan nikotin tersebut ke dalam tubuhnya, maka aliran darah akan menjadi terhambat. Nutrisi yang seharusnya didapat oleh kepala kalian menjadi terhambat karena folikel kepala mengecil.

Dampak dari hal ini adalah menjadi kusam dan rontoknya rambut. Hingga ujungnya berujung kepada kebotakan dini.

Selain itu, banyak juga orang yang beruban sebelum umur 30 karena kecanduan merokok.

Kandungan dalam rokok dapat merusak produksi melanin dalam tubuh. Sel ini berfungsi untuk “memberi” warna pada kulit dan rambut.

Saat sel tersebut terkontaminasi oleh radikal bebas, maka rambut akan kehilangan warna indahnya dan menjadi beruban.

2. Masalah Kulit

Merokok juga dapat memberikan masalah bagi kulit pecandunya. Hal pertama adalah penuaan dini.

Menurut pengamatan orang-orang, para perokok cenderung terlihat jauh lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya. Ini disebabkan karena kurangnya oksigen dan nutrisi di dalam aliran darah.

Baca juga:  Kebiasaan Baik Ini Perlu Dipertahankan!

Para perokok cenderung memiliki kerutan di area mata dan mulut, akibat dari “proses” penghisapan berulang-ulang.

Selain itu, merokok juga dapat membuat kulit kendur.

Kandungan nikotin yang ada di dalam rokok dapat merusak sel kolagen yang berperan besar dalam menjaga kelembapan dan keelastisan kulit.

Jika produksi sel kolagen berkurang, maka kulit akan terlihat lebih kendur dan melorot.

3. Perubahan Perilaku

Nikotin dapat mengubah perilaku seseorang juga, lho!

Menurut Aftrinanto (n.d.), asap rokok yang dihisap dapat sampai ke otak hanya dalam waktu 10 detik saja. Dengan begitu, kadar enzim monoamine oxidase, yang berperan untuk mengontrol kadar dopamin, dapat menurun.

Maka dari itu, ketergantungan terhadap rokok pun tak dapat dihindari.

Saat perokok berusaha untuk menahan keinginannya untuk merokok, mereka cenderung merasa stres. Stres yang tak terkendali dapat berpengaruh pada aktivitas sehari-hari, baik pada diri mereka sendiri maupun orang lain.

Itulah beberapa dampak yang dapat ditimbulkan akibat merokok.

Menurut penelitian, tentu saja hal ini menimbulkan dampak-dampak negatif. Namun, beberapa orang berpendapat bahwa dengan merokok mereka bisa merasa lebih tenang.

Intinya, jika ingin hidup sehat, janganlah mengkonsumsi sesuatu secara berlebihan, ya! **auh

Foto: pixabay

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.