Cerita Indonesia Keluar dari PBB

0
20
foto: historia.id

Padahal Indonesia adalah anak sesungguhnya dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Demikian komentar banyak negara saat Indonesia secara resmi menyatakan keluar dari organisasi antar bangsa itu awal tahun 1965.

Ungkapan itu tak sepenuhnya salah. Indonesia, yang mendeklarasikan kemerdekaan dua bulan sebelum PBB terbentuk, adalah salah satu bangsa yang bahasan kemerdekaannya berkali-kali diangkat dalam persidangan awal lembaga ini. Sampai akhirnya kedaulatan RI diakui sepenuhnya pada 1949 dan Indonesia menjadi anggota resmi PBB pada 1950.

Peran PBB terhadap Indonesia pada masa revolusi fisik cukup besar. Misalnya saja selepas Agresi Militer Belanda I, Indonesia bersama Australia mengusulkan agar persoalan ini dibahas dalam sidang umum PBB. Selanjutnya, PBB membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan Renville. Ketika terjadi Agresi militer Belanda II, PBB membentuk UNCI yang mempertemukan Indonesia-Belanda dalam Perundingan Roem-Royen.

Saat menjadi anggota PBB pun, Indonesia juga beroleh dukungan dalam penyelesaian konflik dengan Belanda terkait status Irian Barat, hingga wilayah ini akhirnya masuk ke Indonesia pada 1963.

Namun apa pasal Indonesia sempat memilih keluar?

7 Januari 1965, dalam pernyataannya, presiden Soekarno menyebut masuknya Malaysia, yang saat itu sedang berkonfrontasi dengan Indonesia, sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB, menjadi alasan Indonesia keluar.

Dalam pengumuman saya beberapa hari lalu, saya mengatakan bahwa jika Malaysia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, saya berpesan bahwa Indonesia akan keluar dari PBB. Sekarang karena Malaysia telah menjadi anggota Dewan keamanan, saya menyatakan bahwa Indonesia telah keluar dari PBB,” tegas Soekarno kala itu.

Keluarnya Indonesia kemudian diberitahukan secara resmi dengan surat Menteri Luar Negeri dr. Soebandrio pada tanggal 20 Januari 1965, yang menyebut juga bahwa keluarnya Indonesia dari PBB tersebut terhitung mulai tanggal 1 Januari 1965. Bagi Indonesia saat itu, mahkota kemerdekaan bukanlah keanggotaan dalam PBB, melainkan kemampuan untuk terbang dengan sayap sendiri.

Baca juga:  Pancasila Sakti (?)

Namun cerita penarikan diri itu hanya berlangsung selama 18 bulan. Saat pemerintahan Soekarno tumbang, dan Orde Baru berkuasa, Indonesia kembali mengajukan diri menjadi anggota PBB dan diterima 28 September 1966.

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang pernah keluar dari PBB. Meski negara seperti Amerika Serikat atau Filipina pernah menyampaikan ancaman atau usulan keluar dari lembaga ini, Indonesia lah yang pernah benar-benar menjalankannya. **arms