Press "Enter" to skip to content

Inklusivitas Itu Trend Fashion. EVOLUSIA Maranatha Menangkapnya

Ciri yang saya tampilkan di rancangan itu genderless collection. Bisa dipakai oleh siapa saja, dengan rentang usia berapapun,” ungkap Alex Lewi. Hal serupa juga dipraktikkan oleh dua rekannya, Cherish Rosethalia dan Anjeli Tania.

Anjeli memilih untuk mengangkat tema budaya Indonesia dengan adopsi yang terbuka. Sementara Cherish memilih konsep wabi-sabi Jepang, yang merangkul hal-hal yang dianggap kurang sempurna atau tak lagi berguna menjadi koleksi fashion yang menarik.

Ketiga orang ini adalah contoh dari 26 fresh graduate Program Studi Fashion Design, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha. Sesuai tradisi kelulusan, para alumnus baru ini menampilkan karya desain mereka pada puncak kegiatan EVOLUSIA Maranatha, Jumat lalu (10/12), yang disiarkan secara live di kanal youtube Universitas Kristen Maranatha.

Tahun ini, yang merupakan pelaksanaan Evolusia ke-11, tema Inclusivity menjadi hal yang mereka harus terjemahkan ke dalam desainnya. “Lewat riset dan diskusi dengan pakar, kita melihat bahwa inclusivity adalah trend fashion di masa mendatang,” ungkap Yosepin Sri Ningsih, M.Ds, ketua Program Studi Fashion Design Maranatha.

Serangkaian kegiatan sebelum perayaan puncak ini pun telah diselenggarakan dengan mengusung tema yang sama. Rangkaian acara EVOLUSIA 2021 diawali dengan webinar dan lomba dengan tajuk inklusivitas.

Webinar pertama mengundang Mohammad Taufiq, illustrator kawakan yang dikenal lewat pesan-pesan gambar yang kuat akan keberagaman dan keunikan dalam diri seseorang. Selain ilustrator yang akrab disapa Emte itu, webinar juga menghadirkan Irva Lestari founder brand OH-IRV yang juga merupakan alumnus Fashion Maranatha. Irva menyajikan perjuangannya bahwa setiap individu memiliki keunikan sebagai daya tarik.

Webinar kedua menghadirkan pelaku industri kreatif yakni Bima Nurin Aulan, founder dari Wanara Studio, Keni Soeriaatmadja, Produser Independen, Direktur Sasikirana KoreoLAB & Dance Camp dan Tommy Ambiyo Tedji, designer dari brand fashion dan aksesoris Byo. Mereka berbagi pengalamannya dalam membangun brand industri kreatif dan bagaimana inkulisivitas menjadi tantangan di dalamnya.

Baca juga:  Sudah Siap Bertarung, Thathie Di Rumah Saja

Selain webinar, EVOLUSIA 2021 juga menghadirkan lomba ilustrasi fashion bertajuk “Inlusivity within Fashion” yang dapat diikuti oleh anak muda berusia 13-25 tahun. Gagasan dari pengadaan lomba bukan hanya sekedar menyalurkan sportivitas dalam berkompetisi di kaum muda, namun ingin memantik kepekaan-kepekaan mereka akan konsep inklusivitas.

Acara puncak rangkaian kegiatan EVOLUSIA Inclusivity 2021 menampilkan koleksi dari 26 mahasiswi lulusan Tahun Ajaran 2019/ 2020 dan 2020/ 2021 dimana sebagian besar karya dibuat selama berlangsungnya proses pembelajaran dari rumah.