Apa Benar Elon Musk Bisa Bikin Naik-Turun Cryptocurrency?

0
22
foto: Elon Musk. [Britta Pedersen/POOL/AFP]

Hanya dengan memposting foto anjing shiba kesayangannya, Elon Musk sudah bikin geger pasar cryptocurrency. Tapi, tak hanya sampai disitu, sang nabi era digital ini nampaknya senang bermain dengan persepsi.

Foto anjing jenis shiba khas Jepang itu ditampilkan dalam akun twitter pendiri Tesla ini pada awal Oktober lalu. Di bulan-bulan sebelumnya ia menyampaikan akan mengadopsi anjing baru berjenis shiba. Tak ayal orang langsung menafsirkan bahwa Elon tengah berinvestasi di koin Shiba Inu (SHIB), mata uang kripto yang dibuat Agustus 2020, yang memang berlogo anjing Shiba. Penjualan SHIB pun melonjak.

Namun, sekitar dua puluh hari kemudian, saat ditanya apakah ia memiliki koin Shiba Inu, Elon mengaku tidak memilikinya sama sekali. Senada dengan apa yang disampaikannya di awal tahun bahwa ia hanya berinvestasi mata uang kripto di Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin.

Hal serupa juga pernah terjadi terkait Dogecoin dan Bitcoin, cuitan sederhana Elon langsung ditafsirkan beragam sehingga menaikkan dan menurunkan harga.

Tapi apakah pasar mata uang kripto sedemikian mudah terpengaruh oleh satu orang?

Crytpocurrency yang sifatnya desentralisasi dan tanpa penjamin/jaminan memang sangat fluktuatif. Demikian pula ketokohan Elon Musk sebagai salah satu pemimpin kharismatik di era digital tentu memberi pengaruh yang tidak kecil. Apalagi di dua perusahannya Elon memungkinkan transaksi dengan cryptocurrency.

Namun, jika ditelaah lebih jauh sejumlah fluktuasi itu tidak tergantung pada opini Elon semata. Catatan Economic Times memperlihatkan di Mei lalu, misalnya, penurunan harga Bitcoin sudah terjadi sebelum opini Elon terkait dampak buruk mining Bitcoin terhadap lingkungan atau bahkan sebelum Tesla mengumumkan pengurangan asset Bitcoin mereka.

Pada prinsipnya, investasi di mata uang kripto tetap mengikuti rumus umum, dimana akan ada empat fase: akumulasi, mark-up, distribusi dan mark-down. Siklus natural ini merupakan hal yang vital bagi perkembangan dan ketahanan aset untuk periode waktu yang lama.

Baca juga:  Menerawang Pekerjaan di Masa Depan

Fenomena yang disebut volatilitas ekstrim (extreme volatility), dimana ayunan potensi keuntungan besar dan risiko kerugian tinggi, bukanlah fenomena baru dalam investasi, meski itu lebih mungkin terjadi dalam kelas aset yang baru seperti cryptocurrency ini.

Namun, mengatribusikan aset global hanya pada aksi satu orang bukanlah sikap yang bijaksana. Cryptocurrency tetaplah bergantung pada komunitas, tidak dimiliki atau dikendalikan oleh satu invidiu atau satu organisasi.