MED Maranatha: Optimis Melahirkan Generasi Berbagi

0
29
Maranatha

Hidup adalah sebuah pilihan, walau kecil berdampak besar…

Lirik pembuka lagu Generasi Berbagi itu sedikit banyak menggambarkan apa yang dirintis lewat program Maranatha Enterpreneurship Day (MED). Program yang bertujuan menyebarkan semangat dan karakter kewirausahaan sedari dini ini memang dirintis dari hal kecil, namun terus bertumbuh.

Awalnya kita mulai dari kecil sekali. Mengupayakan penetrasi menyebarkan ide soal pentingnya membangun karakter wirausaha, ke sekolah-sekolah dan sejumlah lembaga,” ungkap dosen Fakultas Bisnis Universitas Kristen Maranatha, Yolla Margaretha, S.E, M.M.

Yolla, yang juga menjadi ketua penyelenggara MED tahun ini, menyebut sepanjang penyelenggaraan kegiatan, antusiasme peserta dan masyarakat semakin meningkat.

Tahun ini, puji Tuhan kita semakin eskalasi. Tidak hanya melibatkan Fakultas Bisnis, tapi juga dari FSRD dan juga jadi bagian hibah program Kampus Merdeka. Antusiasme peserta juga tinggi, meski tahun ini masih harus diselenggarakan secara online,” lanjutnya.

ME-Inspiring yang merupakan acara puncak, berupa talkshow inspiratif pada Jumat (15/10), disaksikan lebih dari 1.300 kaum muda se-Indonesia. Sementara rangkaian perlombaan seperti ME-Talk dan ME-Tok, yang berlangsung sejak Agustus lalu, diikuti lebih dari 200 pelajar dari 16 kota di Indonesia.

Merry Riana
Me-Inspiring bersama Andi Noya, Merry Riana dan para alumnus Universitas Kristen Maranatha.

Kampus Maranatha meyakini generasi masa kini, baik itu millenial dan generasi-Z, memiliki empati dan semangat berbagi yang tinggi. Karenanya, diperlukan berbagai upaya untuk membangun ekosistem bisnis yang memaksimalkan hal tersebut.

ME-Fest sebagai lanjutan MED bagi para mahasiswa, menjadi contohnya. Ide-ide bisnis inovatif kaum muda dipamerkan sepanjang Oktober 2021 hingga Januari 2022 untuk disokong oleh masyarakat lewat ragam kolaborasi.

Selama ini ide-idenya terutama terkait bisnis food and beverage, sociopreneur dan start-up digital. Sangat kreatif dan banyak sekali yang out of the box,” papar Yolla. Tak jarang, angel investor termasuk dari perusahaan besar begitu antusias mengadopsi ide di ME-Fest.

Baca juga:  Waspada, Kemarau Sudah Tiba di Separuh Wilayah Indonesia

Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan wirausahawan baru yang turut membangun perekonomian Indonesia, Yolla menilai kampus tidak bisa sekedar berpangku tangan dengan hanya menonjolkan pendekatan lama yang melulu menekankan sisi akademis teoritis. Pendekatan baru diperlukan untuk menghasilkan metode belajar yang relevan. Salah satunya dengan project based program seperti ini.

Dengan jumlah penduduk usia muda yang tinggi sekarang, rasanya sekedar memenuhi 3% wirausahawan di negeri kita, harusnya bisa dicapai,” ungkap Yolla optimis.