Press "Enter" to skip to content

Yang Tak Biasa dari Cerita Kuliah di Luar Negeri

Bunga Siagian agak lama menjawab soal apa yang menurutnya modal utama buat seorang sukses menjalani perkuliahan di luar negeri. Sampai akhirnya dia menyimpulkan satu kata: persevere, alias ketekunan.

Di Ngobrol Santai FOKAL Channel, alumnus Magister Victimology and Criminal Justice dari Tilburg Law School, Belanda ini buka-bukaan soal niat, rencana hingga suka-dukanya kuliah di Eropa. Banyak hal yang tidak diduga ternyata bisa terjadi.

“Ujiannya sih bukan sekedar soal perkuliahan. Ya, memang banyak tuntutan yang perlu disesuaikan soal itu, beda sama perkuliahan disini. Tapi yang lebih terasa saat kita dituntut bertahan sendiri menghadapi segala permasalahan,” ungkap Bunga.

Perempuan yang menamatkan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini, mengenang sejumlah momen keterlambatan kereta api di Tilburg.

“Biasanya disruption seperti itu terjadi di musim dingin. Dari sekian banyak kasus kebanyakan karena ada orang yang bunuh diri di rel kereta. Aku sempat shock saat tahu hal itu sudah lumrah, bahkan pada kaum muda dan mahasiswa,” paparnya.

Apa yang disampaikan Bunga mungkin agak kontras dengan citra yang selama ini digambarkan oleh rekan-rekan yang kuliah di luar negeri. Yang biasanya memposting kampus bagus, pemandangan kota yang indah, atau kehebatan fasilitas.



“Itu mungkin cuma sepuluh persennya. Kan nggak mungkin juga kita share yang jelek dan stressnya.” Bunga mengaku pernah beberapa kali kejadian terkait studi yang membuatnya nyaris depresi. “Jadi ketekunan itu memang butuh skill tersendiri ya. Sangat dibutuhkan,” simpulnya.

Kini menjalani karir sebagai pengajar dan merintis konsultasi hukum, Bunga menyadari banyak hal dari perkuliahan di luar negeri yang mengubah hidup. Baginya, momen itu mengubah perspektif terkait cara pandang akan orang lain, disiplin hidup maupun cita-cita personal untuk bangsa.

Baca juga:  Seratus Tahun Hassan Shadily di Kebangkitan Nasional

Meski sebelumnya telah berkarir di law firm, kemudian menjadi pengacara publik di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, putri dari pengacara senior Saor Siagian ini mengakui momen saat ia harus berjuang sendirian menempuh studi di Eropa adalah tantangan yang cukup penting. Bisa melewati itu tentu adalah kemenangan tersendiri. **arms

Foto: Instagram/bungaasiagian

Bagikan