Press "Enter" to skip to content

Clubhouse: Hasrat Menjadi Elit Diladeni Media Sosial

Elon Musk nampaknya menjadi nabi di era digital. Apapun yang disebutkannya tiba-tiba langsung jadi trend. Tak ayal, saat ia bilang akan ngobrol dengan sejumlah tokoh di platform Clubhouse – termasuk pemimpin Rusia, Vladimir Putin – media sosial yang disebutkannya pun langsung menarik perhatian.

Orang pun lantas bertanya-tanya apa itu Clubhouse? Jangan salah. Aplikasi ini bukanlah keluaran Clubhouse.io yang sudah sekian tahun menyediakan perangkat lunak untuk manajemen proyek. Clubhouse yang ini terbilang baru. Diluncurkan Alpha Exploration sejak Maret 2020, awalnya aplikasi digunakan eksklusif oleh sejumlah figur publik terutama para artis.Ia baru ngetrend sejak akhir tahun lalu.

Apa uniknya? Secara fitur sebenarnya tidak ada yang istimewa. Clubhouse menyajikan monolog ataupun obrolan sejumlah orang yang terbuka untuk didengar oleh orang lain. Temanya beragam mulai dari olahraga, gaya hidup, budaya dan lainnya. Pembicaraan ini tidak disimpan. Hanya ada suara dan foto profil pengguna, tidak ada fitur lain.

Namun obrolan itu jadi terasa penting dan eksklusif karena melibatkan ‘orang-orang penting’. Lagi pula tidak semua orang bisa menjadi anggota Clubhouse.

Aplikasi ini baru tersedia untuk perangkat iOS. Para pengguna Android mungkin harus bersabar menunggunya. Pun saat telah mengunduh aplikasi, seseorang tidak langsung bisa menggunakan, ia harus diundang oleh rekan lain yang telah memakai. Kemudian di awal ia hanya bisa mengundang dua orang lain untuk bergabung.

Jelas, nuansa eksklusif begitu terasa lewat aplikasi ini. Di beberapa tempat, termasuk di Indonesia, keanggotaan Clubhouse, yang sebenarnya gratis itu, bahkan diperjualbelikan di akun e-commerce. Untuk Indonesia harga yang ditawatkan ada di kisaran Rp 100.000-250.000. Ada yang mau membeli? Ada saja, terutama kelas menengah atas kita yang tak mau ketinggalan trend. Apalah arti harga segitu.

Baca juga:  Peta Terbaru Dominasi Youtube Indonesia

Sampai Rabu (16/2) di iOS App Store, Clubhouse telah diunduh oleh delapan juta pengguna. Apakah nuansa elit itu akan tetap terasa saat penggunanya semakin bertambah?

Konsultan media digital, Sean Ellis berpendapat pertumbuhan Clubhouse akan melambat jika terlalu cepat dibuka ke publik. Sebagaimana dikutip Financial Times, Ellis melihat media sosial baru ini memang hadir mengisi kejenuhan di tengah masa pandemi.

Clubhouse mengisi kekosongan dalam ragam konfrensi digital selama ini. Platform berbicara langsung seperti ini menjadi kebutuhan unik saat orang tidak bisa berpergian,” ungkapnya.

Dari segi fitur yang digunakan sebenarnya Clubhouse bakal punya saingan serius, yaitu Spaces yang disokong oleh Twitter. Spaces kini sedang dikembangkan serius dan kemungkinan akan lebih populer mengingat aplikasi ini bakal lebih mudah mendapat pengguna.

Namun, bukankah keeksklusifan adalah nuansa yang tetap menjadi pembeda? Kalau itu bisa diladeni kemungkinan penyajinya akan tetap bertahan. **arms

Foto: Odd Andersen/AFP/Getty Images

Bagikan