Press "Enter" to skip to content

Hangzhou dan Suzhou yang Bikin Kangen Saat Pandemi

Sebagai pekerja industri pariwisata, sebenarnya saya tidak begitu bersemangat kalau kebagian tugas tur ke Tiongkok. Permasalahannya klasik, cukup padat dan melelahkan.

Wilayah daratan Tiongkok amat luas. Biasanya dalam satu paket perjalanan, peserta akan diajak mengunjungi beberapa daerah berbeda. Ibukota Beijing dan metropolitan Shanghai tentu tidak boleh dilewatkan. Berbagai atraksi utama seperti Great Wall dan Shanghai Disneyland ada disana.

Umumnya perjalanan tur cukup panjang. Itinerarynya terbilang padat dengan berbagai toko wajib yang harus dikunjungi setiap hari.

Tetapi saat mengenang kembali momen wisata di masa pandemi ini. Ditambah kenyataan hampir setahun tidak traveling, harus saya akui, saya cukup merindukan negeri Tirai Bambu. Secara khusus pada dua kota favorit dan yang bisa bikin saya kangen berat jika dibandingkan berbagai kota lain di mainland.

Hangzhou dan Suzhou letaknya berdekatan, biasanya dikunjungi bergantian selang sehari. Yang paling terasa berbeda di dua kota ini adalah atmosfirnya yang lebih santai dan ramah, pemandangan yang indah, serta banyak legenda yang menarik melatari tempat wisatanya.

Toko wajibnya juga tidak membuat sakit kepala karena produk yang ditawarkan jelas berkualitas dan tersohor, yakni teh hijau Longjing dan kain sutra. Objek wisatanya sebagian besar menawarkan wisata alam. Beberapa tempat yang wajib untuk disinggahi di antaranya adalah Danau Xihu, Lotus Garden dan Hanshan Temple.

Danau Xihu atau lebih dikenal dengan nama Danau Barat (West Lake) terletak di kota Hangzhou. Ia merupakan atraksi utama Hangzhou, sehingga banyak juga dikunjungi masyarakat lokal selain wisatawan mancanegara.

Area sekeliling danau yang rindang dan tertata rapi, pemandangan yang memikat. Legenda romantis yang begitu populer, Bai Suzhen alias siluman ular putih, adalah cerita mistis di balik keberadaan danau ini.

Baca juga:  Bentrok India-Tiongkok di Lembah Galwan
danau xihu
Danau Xihu/ Dok. Istimewa

Untuk menikmati keindahan danau, sebaiknya memang menggunakan perahu untuk mengelilinginya. Dari atas perahu kita juga bisa melihat pagoda Leifeng yang konon menjadi tempat dimana Bai Suzhen pernah dikurung oleh biksu Fa Hai karena menikah dengan Xu Xian yang seorang manusia.

Tidak jauh dari dari danau terdapat Kuil Yuefei. Dapat dikunjungi dengan berjalan kaki dari danau. Kuil ini juga cukup terkenal karena memuat makam seorang jenderal terkenal dari era Dinasti Song.

Yue Fei merupakan seorang jenderal hebat dan banyak memenangi perang, tetapi dihukum mati karena difitnah oleh perdana menteri yang iri dengannya. Selepas kematiannya, ia dikenang sebagai teladan untuk kesetiaan dan keberanian.

Jika Hangzhou terkenal dengan legendanya, Suzhou lebih dikenal sebagai kota paling cantik karena terdapat banyak kanal-kanal dan tamannya. Sekitar 40% area dari kota ini ditutupi air, sehingga sering pula disebut sebagai Venezia dari Timur.

Suzhou memiliki sejarah panjang sejak 2500 tahun lalu. Banyak cendekiawan, penyair, seniman klasik Tiongkok yang berasal dari kota ini. Yang tidak kalah menarik, dalam folklore kota ini juga terkenal dengan perempuan cantiknya. “Menikahlah di Suzhou,” demikian penggalan pepatah klasik yang dipercaya sebagai petunjuk bahwa perempuan cantik berasal dari kota ini.

Taman yang terkenal si Suzhou adalah Taman Teratai (Lotus Garden). Dibangun pada jaman Dinasti Qing, taman ini termasuk dalam UNESCO World Heritage Site. Taman Teratai terdiri atas satu bangunan utama dan beberapa pavilion dengan dikelilingi taman cantik serta banyak kanal.

Landscape di taman ini sangat pakem mengikuti feng shui, ilmu topografi kuno Tiongkok. Letak jembatan di kanal, pintu masuk, bahkan sampai jenis pohon yang ditanam di area mana, semuanya mengikuti fengshui secara ketat. Konon demi tercapainya keseimbangan energi yang harmonis di tempat ini.

Baca juga:  Virus Covid-19 Bermutasi, Ilmuan Temukan Tiga Tipenya

Tempat menarik lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah Hanshan Temple. Kuil Buddha yang terletak di kota tua ini juga menyajikan pemandangan yang indah, masih sama rindangnya dengan kanal-kanal cantik di sekelilingnya. Namanya diambil dari nama bikkhu legendaris di era Dinasti Ming, Hanshan Deqing.

Hanshan Temple/ Dok. Istimewa

Sosok ini amat terkenal baik dalam aliran Mahayana Utama Tiongkok maupun tradisi Zen. Terutama karena kumpulan puisinya yang penuh ajaran hikmat. Meski sebenarnya secara historis keberadaannya cukup banyak bercampur dengan legenda.

Malam hari di kota tua Suzhou sangat cantik dengan temaramnya lampu yang menghiasi kanal-kanal di seluruh penjuru kota. Hangzhou, pun tak kalah memikat. Apalagi di musim gugur saat daun-daun kuning menghiasi jalan-jalannya yang rapih dan rindang.

Buat saya di tengah hiruk pikuk wisata ke Tiongkok, dua kota ini memang cantik dan teduh. Sayang untuk dilewatkan. **HW

Bagikan