Kurangi Optimisme, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dipotong

0
12
rupiah

Optimisime akan pemulihan segera ekonomi Indonesia nampaknya harus dikurangi. Pekan ini Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), organisasi antar pemerintah terkait kerjasama dan pembangunan ekonomi, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun depan.

OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan pada kisaran 4%, berkurang dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,3%.

Rebound pada 2021 akan terjadi secara parsial seiring dengan pelonggaran protokol kesehatan,” tulis OECD dalam laporannya seperti dikutip Rabu (2/12).

Dalam perhitungan lembaga beranggotakan 37 negara ini, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia belum begitu membaik. Ini akan membuat optimisme konsumen dan pelaku bisnis cenderung rendah tahun depan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi terhadap penghasilan dan standar hidup masyarakat.

Selain itu, OECD memperkirakan konsumsi rumah tangga dalam negeri Indonesia, akan terus tertekan hingga tahun depan. Ini terutama sekali bila pemerintah masih lambat merealisasikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sementara, arus investasi diperkirakan masih belum menemukan momentumnya di tahun 2021.

Namun, lembaga ini juga mencatat sejumlah peluang yang memungkinkan ekonomi Indonesia tumbuh. Terutama sekali, bila program vaksinasi Covid-19 bisa dilangsungkan akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Demikian pula pengesahan Undang-Undang Nomor 12 tentang Cipta Kerja dan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) berpotensi mendorong perbaikan ekonomi. Khususnya melalui peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Meski diakui mengalami penurunan, pertumbuhan ekonomi ini diperkirakan masih baik jika dibandingkan kondisi global. OECD memperkirakan laju ekonomi AS pada 3,2 persen pada 2021. Kemudian, pertumbuhan ekonomi di Eropa diperkirakan minus 5,3 persen tahun ini. Sedangkan tahun depan ekonominya cuma melaju 2,3 persen.

Tiongkok kemungkinan menjadi satu-satunya negara dengan perekonomian besar yang mampu keluar dari kontraksi ekonomi. Tahun depan, ekonomi RRT diramalkan melesat 8 persen, mengingat di tahun ini pertumbuhannya sudah positif. **RS

Baca juga:  Saat Pekerja Indonesia Kehilangan Pekerjaan dan Kebahagiaan