Press "Enter" to skip to content

Sinyal 4G Belum Hadir di 12.000-an Desa dan Kelurahan

Masih terdapat 12.548 desa dan kelurahan yang belum terlayani sinyal 4G atau blank spot.

Demikian Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menyampaikan dalam konferensi pers virtual dari lembaga yang dipimpinnya pada Rabu (4/11).

Dalam kesempatan itu Johnny menggarisbawahi bahwa infrastruktur yang telah dibangun sejauh ini masih belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah memang bukan pihak yang harus membangun infrastruktur guna menyediakan internet di seluruh wilayah tersebut. Namun, pemerintah mengintervensi operator seluler agar membangun infrastruktur,” lanjutnya.

Meski demikian, Johnny menyebut pemerintah telah berupaya lebih dengan membangun Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Palapa Ring.

Intersepsi seperti ini memang belum optimal karena masalah anggaran. Namun, ia memastikan pemerintah tidak akan sekedar berpangku tangan menunggu operator seluler untuk membangun infrastruktur di wilayah itu. Sebab, hal itu akan menimbulkan kesenjangan internet yang akan berdampak secara nasional.

Jumlah 12.000 wilayah setingkat desa yang belum terjangkau layanan 4G ini memang cukup besar. Sekitar 15% dari seluruh wilayah setingkat desa yang ada di Indonesia.

Apalagi, kalau yang dihitung adalah luasan wilayah daratan Indonesia. Dari sudut pandang ini, layanan 4G baru menjangkau 49,33% luas wilayah daratan. Artinya masih lebih luas wilayah yang belum tercakup layanan.

Namun, operator selular umumnya akan lebih menghitung dari jumlah pengguna. Dalam data Open Signal, tercatat layanan 4G di Indonesia sudah dapat diakses hingga 89,7% penduduk Indonesia.

Tanpa merinci anggaran yang dibutuhkan untuk menyediakan jaringan di wilayah yang belum terjangkau sinyal internet, Johnny mengakui dana yang dibutuhkan untuk pemerataan layanan internet ini cukup besar. Jumlahnya mencapai miliaran dollar.

Baca juga:  Indonesia Kasus Malware Tertinggi di Asia Pasifik

Bauran pendanaan sekarang sedang dilakukan,” tegasnya memastikan.

Dengan mekanisme bauran pendanaan seperti itu, Kementerian Kominfo meyakini pemerintah dapat mengupayakan penyediaan jaringan internet 4G di 9.113 desa dan kelurahan, setidaknya sampai 2022. Sementara itu, sekitar 3.000-an lebih sisanya akan diserahkan kepada penyelenggara layanan selular

Saya sedang bicara dengan operator selular untuk secara simultan membangun jaringan di wilayah yang tidak tergolong 3T (terdepan, terpencil, dan terluar), berbarengan dengan di wilayah 3T, agar pada tahun 2022 seluruh desa dan kelurahan sudah terlayani dengan sinyal 4G,” janjinya. **RS

Foto: Unsplash

Bagikan