Press "Enter" to skip to content

Saatnya Desain Fashion Bertanggung Jawab bagi Kehidupan

Buat saya ini bukan sekedar gaya terbaru atau terkini, tapi bagian dari perjalanan spiritual.

Demikian Intan Anggita Pratiwi berkomentar soal konsep Sustainability dalam desain. Desainer fashion yang merupakan co-founder Setali Indonesia ini memang dikenal sebagai salah seorang yang paling giat mempromosikan slow living lewat pengurangan sampah dan penggunaan sustainable fashion.

Senada dengan Intan, Chandra Kirana founder Yayasan Sekar Kawung dan Wahyo Abraham, ketua APPMI Yonggen juga melihat sustainability dalam fashion design adalah ekspresi hidup yang selaras dengan alam dan lingkungan.

Bahasan menarik ini ada dalam webinar seri kedua dari rangkaian kegiatan fashion show dan expo, Evolusia X, yang diselenggarakan Program Studi Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha. Webinar bertema Sustainability as a Responsibility of Designer and Consumer ini berlangsung pada Jumat pagi (27/11).

Desain yang mengutamakan hidup berkelanjutan memang sepatutnya bukan sekedar tren dalam gaya hidup. Lewat ini, cara dasar manusia untuk hidup berdampingan dengan lingkungannya bisa direfleksikan dan diekspresikan lebih mendalam.

Namun, pesan esensi dari sustainability living tersebut tentunya tidak cukup bila hanya dimaknai oleh para desainer dalam menghasilkan produk koleksinya. Konsumen juga perlu menyadari agar lebih mengutamakan produk fashion yang mendorong kehidupan yang berkelanjutan.

Bagikan
Baca juga:  Kuliah Desain, Kenapa Tidak?