Press "Enter" to skip to content

Pilpres AS, Indonesia tidak Terpengaruh

Hari ini Selasa (3/11), rakyat Amerika Serikat akan mengumpulkan suaranya untuk pemilihan presiden. Pertarungan utama adalah antara kandidat yang diusung Partai Demokrat Joseph Robinette (Joe) Biden, dengan petahana dari Partai Republik, Donald Trump.

Hasil pemilihan ini biasanya baru akan diketahui pada malam hari waktu setempat, atau jelak esok pagi waktu Indonesia. Diikuti dengan pidato konsesi dari kandidat yang kalah.

Akan tetapi sejumlah pemgamat pemilu memperkirakan kemungkinan kali ini terjadi keterlambatan penghitungan. Ini dikarenakan bertambahnya jumlah pemilih yang melakukan pemungutan via pos karena khawatir akan penyebaran Covid-19.

Sebagai salah satu kekuatan politik dan ekonomi dunia, pemilihan orang nomor satu di negeri Paman Sam ini tentu punya imbas besar bagi banyak negara lain, tak terkecuali untuk Indonesia. Namun, nampaknya siapapun yang memimpin A.S, hal tersebut tidak mengubah secara signifikan hubungan dengan Indonesia.

Hal ini diyakini Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi. Menurutnya, kandidat manapun yang terpilih menjadi presiden AS selanjutnya, kerja sama antarkedua negara akan tetap berjalan baik.

“Saya merasa yakin pada siapa pun presiden AS yang terpilih. Kita akan berusaha sekuat tenaga memastikan bahwa dengan tingginya perdagangan akan mendatangkan investasi,” ujar Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Senin malam (2/11).

Dubes Lutfi melanjutkan, pada dasarnya, Indonesia dan AS memiliki kesamaan norma dan nilai dalam mengelola kehidupan bernegara, yakni memiliki prinsip demokrasi terbuka, kebebasan berpendapat, kebebasan memilih, serta menjunjung tinggi hukum.

Kesamaan ini menurutnya akan membuat kedua negara akan tetap menjalin kerja sama yang baik. Lutfi mencatat di bawah kepemimpinan Donald Trump ada beberapa terobosan yang dilakukan terhadap kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam hal ekspor-impor.

Baca juga:  Ini dia Juara Startup Weekend Indonesia Covid-19

Meski belum begitu banyak bisa menilai pesaingnya, Joe Biden, namun Lutfi memastikan, baik itu Trump atau Biden yang bakal terpilih memimpin AS, pihaknya akan mendorong kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara tetap terjaga.

Sebagaimana diketahui dalam sektor perdagangan, Amerika baru saja memperpanjang fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) untuk Indonesia. Fasilitas GSP ini ada dalam bentuk pengurangan tarif bea masuk pada sejumlah produk Indonesia yang dinilai kurang berdaya saing di pasar AS dibanding produk yang sama atau sejenis dari negara lain di pasar AS. **RS

Foto: AFP/Ngela Weiss

Bagikan