Press "Enter" to skip to content

Luhut: Jangan Tutup Mata Atas Kemajuan

Saya pikir kita menutup mata bahwa kita sebenarnya sudah melakukan banyak sekali kemajuan di sana-sini. Ini dengan leadership yang jelas, karena leadership itu menurut saya kata kunci.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan otokritik tersebut dalam diskusi virtual yang digelar pada Selasa siang (17/11).

Dalam diskusi ini Luhut memberi contoh soal fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) dari Amerika Serikat, yang kembali diperpanjang untuk Indonesia.

Sebagaimana diketahui, fasilitas GSP ini ada dalam bentuk pengurangan tarif bea masuk pada sejumlah produk Indonesia yang dinilai kurang berdaya saing di pasar AS dibanding produk yang sama atau sejenis dari negara lain di pasar AS.

GSP merupakan fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara unilateral oleh pemerintah AS kepada negara lain sejak 1974. Indonesia pertama kali mendapatkan fasilitas GSP ini pada 1980.

Per 30 Oktober 2020, pemerintah Amerika Serikat melalui United States Trade Representative (USTR) resmi memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) untuk Indonesia.

Keputusan ini diambil setelah USTR melakukan review terhadap fasilitas GSP untuk Indonesia selama kurang lebih 2,5 tahun sejak Maret 2018. Ada sebanyak 3.572 pos tarif tersebut yang mencakup produk-produk manufaktur dan semimanufaktur, pertanian, perikanan dan industri primer.

Luhut mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan fakta bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang mendapat perpanjangan fasilitas GSP dari pemerintah AS melalui USTR.

Negara-negara Asia yang selama ini dekat dengan negeri Paman Sam, seperti India, Thailand hingga Vietnam ternyata tidak mendapat fasilitas ini. Terkait hal ini, Luhut sangat bersyukur. Menurut dia, Indonesia cukup dipertimbangkan baik oleh Amerika maupun secara umum di kancah perdagangan global.

Baca juga:  Aksi Simpatik Polisi Amerika, Berlutut di Depan Pendemo

Tadi saya ketemu dengan direktur dari USTR, saya menyampaikan ucapan terima kasih dari Republik Indonesia. Kemudian dia katakan, kalian berhak mendapat itu karena apa yang kalian sajikan betul-betul dilakukan secara profesional,” ujarnya.

Bagi Meno Marves, hal ini merupakan salah satu capaian penting. Sayangnya, pencapaian-pencapaian penting demikian, justru kerap tidak mendapat pengakuan dari negeri sendiri.

Saya kira pengakuan-pengakuan semacam ini kadang-kadang kita di dalam negeri nggak dapat. Tapi nggak apa-apa sih. Namun, baiknya kita tidak tutup mata terhadap kemajuan,” tutup Luhut. **RS

Foto: Pontas.id

Bagikan