Investor Teknologi Cina Beralih dari India ke Indonesia

0
14
Tuck Lye Kho's

Dua perusahaan investasi besar Tiongkok yang bergerak di bidang teknologi dikabarkan akan mengalihkan investasinya dari India ke Indonesia.

Financial Times pada Minggu (29/11) memuat pernyataan petinggi Shunwei Capital dan BAce Capital yang sama-sama menyiratkan akan segera memindahkan investasinya dari negeri Asia Selatan tersebut.

Shunwei Capital yang didirikan oleh pembuat ponsel Xiaomi, Lei Jun, telah menyatakan secara spesifik rencana pindah investasi ke Indonesia serta tidak akan membuat rencana baru untuk investasi di India. Shunwei, dalam keterangan co-foundernya Tuck Lye Koh menyebut hanya akan mengelola portofolio investasi yang sudah ada selama ini di India.

Sementara itu BAce, anak perusahaan raksasa fintech Ant Group, mengakui pasar teknologi di Indonesia memang masih belum seberkembang India. Meski demikian, peralihan ini merupakan rencana perusahaan yang sangat potensial.

Ini tentu menjadi peluang besar bagi Indonesia. Sebab jika menghitung investasi potensial Shunwei dan BAce saja, itu diperkirakan akan menaikkan hingga 55% penambahan investasi di sektor teknologi.

Sejumlah venture capital negeri tirai bambu kini mulai melirik Asia Tenggara, khususnya Indonesia dengan jumlah pengguna teknologi digital yang cukup besar. Selama ini, kebanyakan pemodal ventura Tiongkok berfokus di India berinvestasi di banyak perusahaan baru terkemuka seperti perusahaan pembayaran Paytm, pengiriman makanan Zomato dan platform pendidikan seperti Byju.

Namun sejak April tahun ini, pemerintah India menerbitkan sejumlah aturan yang menargetkan perusahaan investasi teknologi asal Cina yang dinilai terlalu oportunistik. Hingga akhir bulan ini India telah memasukkan 43 aplikasi asal Tiongkok ke daftar hitam.

Aturan yang lebih ketat ini belum banyak diterapkan di Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Dalam amatan Financial Times, Indonesia bersama negara tetangganya seperti Vietnam dan Thailand akan menjadi ladang produktif investasi teknologi. Apalagi perusahaan-perusahaan teknologi asal Amerika juga telah berinvestasi di ketiga negara ini.

Baca juga:  Kabar Terbaru Soal Gaji ke-13 PNS

Dengan potensi sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, serta ekosistem start-up teknologi yang mulai berkembang, Indonesia dinilai merupakan pasar investasi potensial setelah India tutup. **RS

Foto: Twitter/Tuck Lye Kho’s