Press "Enter" to skip to content

Indonesia Peringkat 33 Kemudahan Akses Listrik

Kemudahan akses listrik dinilai telah mengalami kenaikan signifikan selama beberapa tahun terakhir. Namun, di sisi lain, peningkatan itu dianggap belum maksimal.

Hal tersebut dapat terlihat dari laporan Bank Dunia baru-baru ini. Lembaga finansial internasional tersebut telah mempublikasikan daftar Doing Business 2020 yang memberi peringkat atas kemudahan menjalankan bisnis di 190 negara dunia.

Kemudahan akses listrik atau getting electricity, adalah satu dari sebelas indikator yang dipakai Bank Dunia untuk mengukur mudahnya menjalankan bisnis. Di indikator ini Indonesia ada pada peringkat ke-33.

Dibandingkan skor di lima tahun sebelumnya – dimana tahun 2015 Indonesia ada di peringkat 75 – posisi ini memang naik secara signifikan.

Hal ini diakui Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi. Ia optimis peringkat ini menunjukkan masyarakat Indonesia semakin mudah untuk mendapatkan akses listrik. Hal tersebut juga diyakini akan menjadi salah satu faktor kuat untuk memperbaiki iklim bisnis di Indonesia.

Keberhasilan menggenjot peringkat getting electricity kita lakukan lewat berbagai usaha. Kita memastikan pasokan listrik yang andal dan terjangkau, mendorong inovasi serta memastikan layanan konsumen menjadi prioritas utama,” ungkap Agung dalam keterangan tertulis Minggu (15/11).

Dalam keterangan terpisah Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril, menegaskan, ketersediaan pasokan tidak lepas dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh PLN. Hingga September 2020, kapasitas pembangkit listrik Indonesia telah mencapai 63,3 Gigawatt (GW), atau telah meningkat sekitar 7,8 GW sejak tahun 2015.

PLN, menurut Bob, juga melakukan perluasan pembangunan gardu induk (GI) dan jaringan transmisi. Demikian pula telah memastikan sejumlah layanan, terutama penyambungan baru atau tambah daya yang kini bisa dilakukan satu pintu. Dalam waktu dekat, PLN juga akan meluncurkan New PLN Mobile, aplikasi layanan terintegrasi bagi pelanggan dari PLN.

Baca juga:  Kematian George Floyd Picu Kerusuhan di Minnesota

Dengan adanya penambahan infrastruktur ini tentu membuat ketersediaan pasokan listrik dan keandalannya meningkat. Listrik tak hanya tersedia di Jawa dan pusat kota, tetapi di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok desa,” kata Bob.

Pemerintah memang terus mengejar target rasio elektrifikasi sebesar 100% pada akhir tahun 2020. Saat ini masih terdapat sekitar 400 desa yang belum berlistrik. Sementara itu, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,09% di semester I tahun 2020.

Namun yang patut dijadikan catatan adalah kenaikan posisi Indonesia dalam ranking getting electricity Bank Dunia itu sebenarnya juga mengungkap kenyataan lain.

Jika dibandingkan dengan kemudahan akses listrik di negara tetangga, posisi Indonesia masih belum begitu baik. Peringkat Indonesia masih ada di bawah Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam dan Filipina.

Di kawasan Asia Timur dan Pasifik Indonesia masih tergolong ada di papan tengah kemudahan akses listrik. Hal yang tentu perlu segera dikejar jika tidak mau tertinggal dalam kemajuan ekonomi.**RS

Bagikan