Press "Enter" to skip to content

FLADS Gagas Revitalisasi Gerakan Keberagaman di Bandung

Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) merupakan salah satu wadah silaturahmi lintas iman, yang cukup lama berkiprah di Kota Bandung. Selama sekitar 13 tahun karyanya, forum ini telah menggagas beragam inisiatif kebersamaan antar umat beragama.

Bermula dari gerakan sederhana, kunjungan tokoh dan pemuda Muslim kepada umat Kristiani yang merayakan Natal di tahun 2006, forum ini kemudian terbentuk dan menjadi salah satu inisiator kerja lintas iman di Bandung.

Namun, upaya merawat keberagaman tentu tidak cukup berhenti di forum silaturahmi. Itulah yang mendorong FLADS menggagas revitalisasi agar menjadi gerakan keberagaman yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan.

Senin malam (16/11), bertepatan dengan perayaan Hari Toleransi Internasional, para penggagas dan pegiat FLADS berembuk kembali. Pertemuan itu dihadiri secara online maupun offline. Dimana sekitar 20-an peserta hadir di Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, Jl. Galunggung No 9, Bandung, sementara yang lainnya mengikuti pertemuan lewat platform zoom meeting.

Kiagus Zaenal Mubarok, yang selama ini mengemban tugas sebagai ketua FLADS menegaskan revitalisasi ini penting agar FLADS lebih dinamis lagi dalam geraknya.

Kita perlu menekankan gerakan agar lebih sesuai dalam implementasi spirit Deklarasi Sancang,” ungkapnya.

Poin-poin Deklarasi Sancang, yang menjiwai gerak FLADS selama ini, memuat penekanan pada persatuan, kemanusiaan, perjuangan untuk keadilan, pengembangan toleransi dan kerjasama untuk ragam masalah sosial dan lingkungan. Hal ini menurut Kiagus Zaenal, perlu disinergikan dengan lebih baik.

Pertimbangan seperti makin majunya era digital, tetap menjamurnya intoleransi serta situasi pandemi seperti sekarang turut mendorong FLADS merefleksikan kembali bagaimana agar gerakan keberagaman menjawab kebutuhan yang ada.

Dalam refleksi itu kemudian para pegiat menyepakati restrukturisasi FLADS serta panduan program kerja yang memfasilitasi ruang perjumpaan serta kerjasama lintas iman. Ide-ide seperti aksi sosial, kerjasama strategis atau desk khusus penanganan diskriminasi menjadi usulan program untuk menguatkan gerakan ini ke depannya.

Baca juga:  Masalah Anak Belajar di Rumah: Dari Kebingungan Hingga Kekerasan

Lewat struktur FLADS yang baru para deklarator serta perwakilan tokoh perorangan yang selama ini terlibat mengemban fungsi sebagai presidium. Namun gerak keseharian FLADS akan lebih banyak dikerjakan oleh kesekretariatan.

Harapannya struktur yang demikian akan kian mendorong dinamisasi dan kerjasama lintas iman yang lebih efektif dalam merawat keberagaman di Kota Bandung. **RS

Bagikan