Press "Enter" to skip to content

Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Naik

Resesi ekonomi akibat pandemi diyakini akan berimbas pada kenaikan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Dalam perkiraan terkini, jumlah penduduk miskin diprediksi naik menjadi 30,7-44,5 juta orang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Khudori, salah seorang anggota Pokja Dewan Ketahanan Pangan Pusat. Dalam sebuah webinar bertema ketahanan pangan di Jakarta pada Kamis siang (8/10).

Skenario paling pesimistisnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun nanti minus 3,5 persen, sehingga jumlah kemiskinan kita akan bertambah menjadi total 44,5 juta atau equivalen dengan 16,6 persen jumlah penduduk,” ungkap Khudori sebagaimana dikutip Antara, Jumat (9/10).

Sementara itu skenario yang lebih optimis mengasumsikan pertumbuhan ekonomi masih di angka positif sebesar 2,5 persen. Dengan asumsi ini, jumlah warga miskin diperkirakan akan bertambah menjadi 30,7 juta orang atau sekitar 11,4 persen penduduk.

Dalam kajian dari Dewan Ketahanan Pangan, jumlah penduduk miskin sebenarnya sudah agak naik menjelang Maret 2020. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah kemudian menaikkan jumlah tersebut secara signifikan.

Diketahui bahwa dalam kondisi ekonomi normal, keluarga miskin membelanjakan 74 persen pendapatannya untuk kebutuhan pangan, terutama beras. Ketika harga komoditas naik, kemungkinan penduduk menjadi lebih miskin dan terancam mengalami kelaparan.

Maka lembaga non struktural yang membantu presiden di urusan pangan ini telah merekomendasikan bantuan yang spesifik menyasar kebutuhan pangan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari bantuan sosial penanganan pandemi Covid-19.

Selain bantuan berupa bahan pangan pokok (sembako), program ini juga meliputi bantuan tunai, insentif perumahan, keringanan pembayaran listrik, serta ragam jaring pengaman sosial lainnya. Total anggaran yang digelontorkan untuk jaring pengaman sosial ini telah mencapai 110 triliun rupiah.

Baca juga:  Arena Aquatic Megah Hadir di Papua

Meski demikian, Khudori memberi perhatian besar pada kenyataan bahwa kapasitas fiskal Indonesia terbilang terbatas. Sementara itu, jumlah penduduk rentan miskinnya tergolong paling tinggi se-Asia Pasifik, yaitu sekitar 68 persen.

Sebenarnya kapasitas fiskal kita terbatas, padahal penduduk yang rentan besar. Keterbatasan ini penting dijadikan perhatian. Oleh karenanya bantuan sosial harus valid dan bisa menemukan sasaran yang tepat,” simpulnya. **RS

Foto: Antara

Bagikan