Jokowi Optimis Ekonomi Segera Pulih

0
12
Jokowi

Presiden Joko Widodo mengklaim perekonomian Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Sejumlah indikator strategis selama triwulan ketiga tahun ini disampaikannya meningkat.

Dalam sambutannya di acara puncak ulang tahun Partai Golkar, Sabtu (24/10), Jokowi mencontohkan harga pangan seperti beras tetap terjaga. Demikian pula jumlah penumpang angkutan udara di bulan Agustus 2020 naik 36 persen dari bulan sebelumnya.

Secara makro presiden juga menyampaikan bahwa neraca perdagangan September 2020 mencapai surplus US$2,44 miliar. Purchasing Managers Index (PMI) juga telah memasuki tahap ekspansi kembali, demikian pula adanya peningkatan konsumsi.

Ini artinya, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dan penciptaan lapangan kerja bisa semakin terbuka luas,” ungkap Jokowi penuh antusias.

Presiden mengakui pandemi Covid-19 memang menyebabkan efek domino dari kesehatan hingga persoalan sosial dan ekonomi. “Ini bukan hanya dialami oleh negara kita, tapi banyak negara lain. Tak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Jokowi, sebelum pandemi, ekonomi Indonesia selalu tumbuh sekitar 5 persen. Namun akibat pandemi ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 melambat menjadi 2,97 persen di triwulan I dan minus 5,32 persen di triwulan II.

Kemungkinan Indonesia memang akan tetap mengalami resesi, dimana pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga diperkirakan masih terkontraksi di 1-2,9%. Sebagaimana diketahui suatu negara dikatakan mengalami resesi ketika PDB mengalami kontraksi 2 kuartal beruntun.

Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini, insya Allah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan,” ujarnya mantap.

Tanda lain membaiknya perekonomian Indonesia adalah investasi yang akhirnya tumbuh di kuartal III-2020. Jumat lalu (23/10), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan angka realisasi investasi kuartal III-2020 sebesar Rp 209 triliun. Naik 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:  Jokowi Bukan Satrio Piningit

Pertumbuhan PMA di kuartal III tersebut menjadi yang pertama di tahun ini setelah mengalami kontraksi dalam 2 kuartal beruntun.

Meski demikian, indikator yang membaik ini sebagian besar disebabkan mulai dilonggarkannya aktivitas perekonomian. Jika kemudian ada pengetatan kembali karena lonjakan penularan Covid-19, maka kemajuan ini tidak akan berujung pada pemulihan ekonomi. **RS