Press "Enter" to skip to content

CSIS Luncurkan Buku Indonesia dan Covid-19

Selasa (27/10), Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menggelar webinar untuk peluncuran buku bertajuk Indonesia dan COVID-19: Pandangan Multi Aspek dan Sektoral.

Acara ini diisi oleh Deputi I Bidang Sistem dan Sinergi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja, Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center, Rahmawati Husein dan Direktur Eksekutif CSIS, Philips Vermonte.

Philips menyebut proses pembuatan buku ini dimulai sejak Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Februari serta mulai diberlakukannya sistem bekerja dari rumah (Work From Home).

Kita membuat sejumlah analisis atas data, juga merangkum perbedaan pendapat, diskusi dan perdebatan, terkait kebijakan yang ditempuh untuk menangani pandemi ini,” ungkap Philips dalam sambutannya.

Misalnya kita waktu itu banyak membahas tentang bagaimana dan lembaga apa seharusnya yang menangani Covid-19 di Indonesia. Ini sebetulnya perdebatan yang cukup penting, karena BNPB didesain untuk mengatasi memitigasi bencana alam dan bukan non alam,” ia mencontohkan.

Perdebatan lain adalah terkait pengutamaan kesehatan atau meneruskan kehidupan ekonomi. Hal ini tentu membutuhkan titik tengah kebijakan. Dalam proses pembuatan buku ini CSIS mengembangkan dashboard sendiri yang mengevaluasi kinerja pemerintah provinsi di seluruh Indonesia dengan mengunakan data-data real time.

Meski masih memiliki kekurangan dari segi detil, Rahmawati Husein, menilai kajian komprehensif CSIS ini sangat membantu kita memahami banyak hal terkait pandemi. Juga bisa menjadi rujukan penting dalam menangangi kasus serupa ke depannya.

Saya berharap ada edisi tambahan nantinya, mencakup hal-hal yang belum tersentuh terutama soal praktik-praktik baik selagi pandemi dan tinjauan masyarakat pedesaan, karena di buku lebih banyak berfokus ke masalah perkotaan,” ungkap Rahma.

Sementara itu sebagai praktisi lapangan, Bernardus Widjaja mengakui banyak aspek yang dianalisis dalam buku benar-benar dirasakan pergulatannya di lapangan.

Baca juga:  Potensi Wabah Ganda Semakin Besar Saat Pandemi

Tantangan besar seperti permasalahan terkait Covid-19 itu sendiri, adanya ego sektoral, serta penanganan komunikasi media. Itu benar-benar kami rasakan dan yang paling sulit adalah komunikasi dengan media,” ungkap Bernardus.

Ia berharap dengan adanya knowledge management seperti ini, setiap pihak bisa menyadari kelemahan serta bisa mengantisipasi ke depannya. “Covid-19 ini memang jadi penguji yang paling kentara dari banyak sistem manajemen kita. Kita banyak sekali dievaluasi,” lanjutnya.

Diskusi dan peluncuran buku berlangsung selama hampir dua jam. Dalam acara ini, kepala BNPB Let. Jen TNI Doni Monardo, juga turut memberi sambutan. Ia mengapresiasi jika lembaga yang berpengalaman dalam kajian sosial politik seperti CSIS, juga kini turut memperhatikan masalah kebencanaan. **RS

Foto: Youtube/CSIS Indonesia

Bagikan