Press "Enter" to skip to content

Pesona Kuno Takayama

Salah satu daerah wisata yang sayang untuk dilewatkan jika Anda mengunjungi Jepang adalah kota kuno Takayama dan desa Shirakawa-go.

Keduanya tempat ini ada di prefektur Gifu. Jaraknya berdekatan dan bisa dikunjungi sekaligus dalam sehari. Kedua tempat ini menawarkan pemandangan yang indah dan kuliner yang enak.

Kita dapat menjumpai banyak rumah kuno di Takayama. Ada daerah turis yang bernama Sannomachi, dimana di dalam gangnya dapat Anda jumpai banyak rumah kuno yang sudah berdiri dari jaman Edo.

Kebanyakan rumah ini sudah beralih fungsi menjadi toko souvenir, restoran, toko sake, coffee shop atau atraksi wisata lainnya. Yang terkenal dari Takayama adalah hidangan Hida beef yang tak kalah enak dengan jenis sapi Jepang lainnya, pabrik sake, dan boneka Sarubobo.

Takayama telah lama dikenal sebagai daerah penghasil sake berkualitas tinggi di Jepang. Iklim dinginnya cukup mendukung, air dari pegunungan Alpine Jepang yang jernih serta uniknya beras lokal yang digunakan menghasilkan cita rasa sake yang baik.

Di Takayama kita dapat berkeliling sambil mencoba sake di pabrik-pabrik sebelum memutuskan membeli mana yang cocok untuk Anda.

Untuk souvenir lucu ada boneka Sarubobo yang tersedia dalam berbagai warna dan ukuran. Mulai dari tipe gantungan handphone, gantungan kunci, sampai boneka yang cukup besar. Boneka yang secara harafiah berarti ‘bayi monyet’ dan tidak memiliki wajah ini bukan hanya souvenir, tapi juga memiliki arti khusus.

Di masa lalu boneka ini banyak dibuat oleh para nenek untuk diberikan ke cucunya sebagai jimat agar sang cucu terhindar dari bahaya dan selalu diberikan keberuntungan. Ada juga yang menyebutkan bahwa boneka ini banyak diberikan kepada para ibu yang akan melahirkan agar persalinannya lancar, karena monyet biasanya tidak memiliki masalah berarti saat melahirkan.

Baca juga:  Satu Malam Musim Panas di Nara (3)

Kebanyakan boneka Sarubobo dibuat berwarna merah, merujuk arti harafiahnya karena muka monyet juga berwarna merah. Namun dewasa ini banyak warna yang tersedia. Masing-masing warna juga memiliki arti yang berbeda.

Warna merah biasanya ditujukan untuk keluarga, pernikahan yang langgeng, persalinan yang lancar. Warna emas untuk keuangan dan finansial yang baik. Hitam untuk perlindungan dari hal jahat, dan pink untuk percintaan.

Kunjungan ke Takayama tentu belum lengkap kalau tidak mencoba daging sapi khasnya. Di Jepang, masing-masing daerah memiliki jenis sapi kebanggaannya sendiri. Mungkin kita sudah tidak asing dengan Wagyu atau Kobe beef, tapi di Takayama, yang terkenal adalah Hida beef. Sapi ini tidak kalah enak dan mahal dari jenis sapi lainnya.

Beef Sushi

Untuk pilihan yang lebih aman di kantong, mungkin kita bisa mencoba sushi Hida beef. Di dalam satu gang di daerah Sannomachi, ada satu restaurant kecil yang khusus menjual sushi Hida beef dan selalu ramai pembeli.

Selain itu masih ada toko madu citrun, toko ice cream, dango, dan macam-macam makanan lainnya. Berjalan sedikit dari Sannomachi, kita akan menemukan jembatan merah di atas sungai Miyagawa yang sangat intagrammable di musim dingin.

Mau sedikit menantang? Cobalah naik rickshaw tradisional khas Jepang di dalam gang-gang cantiknya.

Takayama benar-benar kota tua yang masih terawat, membuatnya sangat cantik dan sayang untuk dilewatkan. **HW

Bagikan