Press "Enter" to skip to content

Jokowi: Kita Butuh 9 Juta Talenta Digital

“Untuk melakukan transformasi digital, negara kita membutuhkan talenta digital kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan. Ini perlu betul-betul sebuah persiapan.”

Presiden Joko Widodo mengungkapkan hal tersebut saat membuka rapat terbatas Perencanaan Transformasi Digital, Senin (3/8). Menurutnya, masa pandemi ini telah mengubah secara struktural, cara kita bekerja, beraktivitas, konsumsi, belajar hingga bertransaksi. Untuk itu diperlukan sekian banyak talenta digital di berbagai bidang demi menyongsong dan mendorong transformasi digital.

Penyediaan talenta dalam jumlah besar, merupakan satu dari empat langkah yang disebutkan presiden sebagai strategi meningkatkan daya saing digital.

Hal lain yang paling genting adalah mempercepat akses digital dan meningkatkan infrastruktur, termasuk layanan internet tiap daerah serta titik pelayanan publik di Indonesia. Selain itu diperlukan kolaborasi agar bisa mematangkan peta jalan transformasi digital pada seluruh sektor strategis. Sektor-sektor tersebut meliputi pemerintahan, sosial, layanan publik, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan sektor penyiaran atau media.

Yang tak kalah penting setelah pemetaannya jelas adalah mempercepat integrasi pusat data nasional. Lalu untuk mengisinya tentu diperlukan penyediaan sumber daya manusia atau talenta digital. Serta perlunya menyederhanakan regulasi serta skema pendanaan bagi industri digital dan seluruh sektor yang menjalankan transformasi digital.

Saat ini, daya saing digital Indonesia terlihat masih kalah dari negara tetangga di Asia Tenggara. Hal ini terindikasi dari data International Institute for Management Development (IMD) terkait World Digital Competitiveness. Dimana ranking daya saing Indonesia di sektor digital dunia pada tahun 2019 ada di peringkat 56 dari 63 negara.

“Ini memang kita di bawah sekali. Lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kita di ASEAN. Misalnya Thailand di posisi 40, Malaysia 26, Singapura nomor 2,” ujar Jokowi.

Baca juga:  Jokowi Bukan Satrio Piningit

Dalam konteks penyediaan talenta digital, target ini berarti Indonesia harus mempersiapkan paling tidak sekitar 600.000 talenta digital yang mumpuni setiap tahunnya.

Presiden yakin, meski pandemi telah banyak mengganggu kinerja ekonomi dan banyak aspek lain, hal ini juga membawa berkah lain semakin mendorong banyak orang untuk siap menyongsong era transformasi digital. **RS

Foto: Instagram/Jokowi

Bagikan