Press "Enter" to skip to content

Bagaimana Bali Setelah Pariwisata Dibuka?

Diperkirakan ada 4.000 penumpang pesawat tiba di Bali pada Jumat lalu (31/7). Di hari itu wisata Bali resmi kembali dibuka untuk warga Indonesia.

Kedatangan pesawat dengan nomor penerbangan GA 402, yaitu penerbangan pertama Jakarta-Denpasar pun dirayakan dengan gembira. Penumpang pesawat yang tiba pada pukul 10.15 WITA itu dikalungi bunga oleh wakil gubernur Bali, Cok Ace bersama para pimpinan komunitas Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Long weekend kali ini ada peningkatan tapi memang secara bertahap tidak langsung secara signifikan,” ungkap Rahmat Adil Indrawan, salah satu pejabat PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Pembukaan bertahap ini merupakan lanjutan saat awal Juli lalu (9/7), Bali kembali membolehkan sektor pariwisata dibuka bagi warga lokal. Lanjutannya, kini provinsi tersebut sudah membolehkan wisatawan dari kota lain di Indonesia. Rencananya, Bali sepenuhnya akan dibuka bagi wisata Internasional pada 11 September 2020 nanti.

Namun kewaspadaan tetap ditingkatkan. Setiap wisatawan yang datang mengunjungi Bali diwajibkan mengikuti sejumlah ketentuan.

Ketentuan itu meliputi wisatawan wajib menunjukkan hasil uji swab berbasis PCR atau minimal rapid test non reaktif, sebelum berkunjung ke Bali. Hasil tes itu harus ditunjukkan kepada petugas di pintu masuk Provinsi Bali, baik lewat bandara maupun pelabuhan.

Hasil uji tersebut dinyatakan memiliki masa berlaku paling lama 14 hari sejak hasil tersebut dikeluarkan. Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan hasil test, wajib mengikuti test tersebut ketika sampai di Bali. Jika rapid test reaktif, wisatawan akan melakukan swab test di Bali

Mereka yang positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab akan dirawat di fasilitas kesehatan yang ada di Bali. Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab wisatawan.

Baca juga:  Dian Perawat yang Disambut Bak Pahlawan

Wisatawan juga diwajibkan mengisi aplikasi LOVEBALI. Sementara itu, para pelaku usaha akomodasi pariwisata diwajibkan untuk selalu memastikan setiap wisatawan yang menggunakan jasa mereka sudah mengisi aplikasi tersebut.

Protokol kesehatan seperti penggunaan masker, penyediaan hand sanitizer, memastikan jaga jarak juga merupakan hal yang akan selalu dikedepankan. Demi kemudahan tracking, wisatawan juga diminta untuk selalu mengaktifkan GPS pada ponsel mereka. **RS

Foto: Unsplash

Bagikan