Press "Enter" to skip to content

Soal UTBK Diisukan Bocor, Ada Permainan dengan Bimbingan Belajar?

Gelombang pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) sudah dimulai sejak hari Minggu lalu (5/7). Rencananya tahap pertama ini akan berlangsung sampai Selasa depan (14/7)

Sejauh ini penyelenggaraan ujian tersebut terbilang lancar, meski harus mengerjakan banyak protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Namun sangat disayangkan kabar bahwa soal UTBK bocor tetap menjadi pembicaraan.

Budi Prasetyo, Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengungkapkan setiap tahun ada saja isu mengenai kebocoran soal UTBK-SBMPTN. Namun, ia menjamin kebocoran tersebut tidak terjadi.

“Itu setiap tahun terjadi dan insyaallah tidak akan ada. Kita setiap hari akan verifikasi. Tim buser kita mencari soal-soal yang dijual di temen-temen yang ada di grup seperti itu. Kita verifikasi ada nggak yang beredar ini, betul nggak soal kita yang akan kita keluarkan di masa akan datang, sesi-sesi berikutnya,” papar Budi dikutip CNN, Senin (6/7).

Budi menegaskan LTMPT telah memiliki strategi dan perhitungan yang cermat sebelum menggelar UTBK. “Apakah 38 sesi sama atau tidak, itu sudah kita perhitungkan semua. Intinya tolong masyarakat lebih kritik karena kalau sudah kondisi mau masuk perguruan tinggi, memiliki program studi favorit, itu biasanya nalarnya sudah hilang,” lanjutnya.

Namun, suara-suara di media sosial tetap gencar mensinyalir kebocoran soal. Beberapa pengguna media sosial bahkan menyebut salah satu bimbingan belajar, yaitu Ganesha Operation (GO) membuat prediksi soal yang persis sama dengan soal-soal yang diujikan di UTBK.

“Banyak bocoran soal utbk di aplikasi GO kreasi, saya selaku peserta tanggal 6, merasa dirugikan dan dicurangi. Enak buat peserta yang tes tanggal akhir,” demikian pengguna twitter Dharma Sarmada menuliskan keluhannya pada LTMPT.

Baca juga:  Industri Pariwisata Ambruk Parah Karena Corona

Unggahan Dharma bukanlah satu-satunya. Sejak kemarin, sudah ratusan pembicaraan di platform media sosial tersebut yang mengunggah keluhan seperti ini. Namun, tak sedikit pula yang menyatakan kemiripan tersebut adalah memang keahlian lembaga dalam memprediksi, bukan pembocoran.

A, salah seorang orang tua yang anaknya yang ikut bimbingan di GO, juga mengakui kemungkinan pembocoran soal.

Ia menyebutkan jelang pelaksanaan UTBK, anaknya diajak makan siang bersama teman-teman sebimbingan. Di momen tersebut dibagikan prediksi soal yang mirip sekali dengan soal UTBK. A, bersyukur didikan di keluarganya lebih mementingkan integritas ketimbang kesuksesan sesaat.

“Untungnya anak saya tidak mau hadir. Tapi ada temannya yang mau. Saya sudah lapor ke LTMPT, tapi tidak ditanggapi,” ujarnya.

Ia menyayangkan jika tindakan ini benar dilakukan. Hal yang tentunya tidak fair bagi mereka yang sungguh-sungguh belajar dan ingin masuk perguruan tinggi negeri favoritnya. **RS

Ilustrasi: net