Press "Enter" to skip to content

Butuh Waktu Tiga Bulan, Biar Trump Mau Pakai Masker

“Saya tidak pernah menentang penggunaan masker. Tapi, saya yakin ada waktu dan tempat yang tepat untuk memakainya.”

Komentar itu disampaikan dengan santai oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat menanggapai pertanyaan wartawan terkait momen kali pertama ia disorot sedang memakai masker.

Saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di pinggiran Washington pada Sabtu (11/7), Trump memang terlihat mengenakan masker berwarna hitam. Presiden ke-45 Amerika Serikat itu menyatakan bahwa rumah sakit merupakan tempat yang semestinya orang mengenakan masker.

“Kalau Anda ada di rumah sakit, terutama dalam pengaturan khusus, dimana ada banyak tentara dan warga dengan berbagai kasus penyakit, tentu hal yang baik kalau memakai masker,” imbuhnya.

Padahal, dalam banyak kesempatan Trump berkali-kali mencetuskan pernyataan kontroversial terkait penggunaan masker. Belakangan dalam kampanye menjelang pemilihan presiden, ia sempat mengejek rivalnya Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat, untuk berani melepaskan masker, memperlihatkan wajah saat berkampanye.

Meski Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) telah merekomendasikan penggunaan masker sebagai langkah pencegahan Covid-19 sejak awal April lalu, Trump dalam berbagai kesempatan sengaja menolak hal tersebut. Ia menyerahkan penggunaan masker pada pilihan kebebasan warga Amerika.

“Saya kira saya tak akan mengenakannya. Memakai masker saat bertemu presiden, perdana menteri, diktator, raja atau ratu dari negara lain, rasanya saya tidak akan begitu,” ungkapnya mengomentari seruan CDC.

Kini tiga bulan himbauan itu berselang, Trump akhirnya bisa ‘mengalah’ dan mau memakai masker di ruang publik.

Entah apa motivasi atau hal yang mendorong Trump mau melakukan hal tersebut, yang jelas Amerika Serikat sekarang tetap menjadi titik panas penyebaran Covid-19.

Sampai hari ini Selasa (14/7), negeri Paman Sam telah mencatatkan lebih dari 3,4 juta kasus positif Covid-19 dengan kasus kematian melampaui 138.000 orang. **RS

Baca juga:  Curhat Atlit, Sulitnya Latihan Mandiri selama Pandemi

Foto: AP Photo/Patrick Semansky