Press "Enter" to skip to content

Baru, Tinder Uji Fitur Face to Face Video Chat

Merespon situasi pandemi, yang mengharuskan berbagai pertemuan dialihkan menjadi online, Tinder mengumumkan akan menguji fitur video chat.

Aplikasi geososial dan pencarian kencan daring tersebut memasukkan Indonesia sebagai wilayah yang akan diujikan fitur face to face video chat bersama Amerika Serikat, Brasil, Australia, Spanyol, Italia, Prancis, Peru, Chili, Vietnam, Korea, Taiwan, dan Thailand.

Kepala jaminan dan keamanan produk Tinder, Rory Kozoll, mengklaim fitur yang dibuat dan dikembangkan oleh tim Trust and Safety akan mengutamakan keamanan pengguna.

“Fitur ini memprioritaskan hak pengguna agar mereka tetap merasa nyaman ketika memutuskan untuk melangkah ke tahap lebih lanjut dari sekadar chat, jika dari masing-masing pengguna merasa waktunya sudah tepat,” ujar Kozoll dikutip CNN (8/7).

Kozoll menceritakan saat mengembangkan fitur tersebut, pihaknya mengupayakan agar Face to Face Video Chat ini berbeda dengan layanan serupa pada umumnya. Pengembang aplikasi ini mempertimbangkan sejumlah faktor secara bijak untuk menimbulkan rasa aman saat pengguna menggunakan fitur ini.

Misalnya saja para pengguna Tinder tidak perlu khawatir akan menerima panggilan yang tidak diinginkan. Aplikasi memberi hak kendali kepada pengguna untuk melakukan video call, dimana mereka baru dapat saling berbincang saat menyukai satu sama lain.

Fitus face to face video call yang ada dalam bentuk ikon video, merupakan fitur lebih lanjut setelah menemukan ketertarikan lebih jauh. Hanya dapat diaktifkan oleh masing-masing individu, fitur ini pun dapat dinonaktifkan oleh salah satu.

Meski demikian Tinder tetap meminta pengguna bijak dalam menggunakan aplikasi. Seperti tidak menampilkan konten seksual atau pornografi, tidak melakukan pelecehan verbal, ujaran kebencian, kekerasan atau aktivitas ilegal lain, serta tidak melibatkan anak di bawah usia 17 tahun.

Baca juga:  Kenapa Prostitusi Artis Begitu Heboh di Indonesia?

Isu keamanan Tinder selama ini telah menuai sejumlah kontroversi baik terkait kesehatan masyarakat (terutama naiknya penularan penyakit seksual), privasi data maupun keamanan data digital.

Tinder kini telah menjadi aplikasi kencan daring terdepan dengan lebih dari 57 pengguna dan 5,9 juta akun premium. Di banyak negara, termasuk di Indonesia, aplikasi ini semakin laris semenjak pandemi Covid-19.

Ini membuat Tinder menjadi aplikasi non-game dengan penghasilan tertinggi saat ini. **RS

Foto: Shutterstock