Press "Enter" to skip to content

Streaming Film Bajakan Jauh Berkurang di Indonesia

Penelitian terbaru yang dilakukan YouGov atas prakarsa Asia Video Industry Associations Coalition Against Piracy Asia (CAP AVIA) , menunjukkan kabar baik bagi para sineas Indonesia.

Perilaku masyarakat Indonesia dalam menonton film online dari situs bajakan mengalami penurunan sebesar 55 persen dalam 10 bulan terakhir. Penurunan yang signifikan di tingkat konten bajakan yang diidentifikasi YouGov ini didukung lewat analisis data internet Indonesia yang dilakukan (CAP) AVIA.

Survey ini menduga beberapa alasan penurunan ini. Diantaranya adalah pemblokiran sekitar 2.300 situs streaming film bajakan yang dilakukan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bekerjasama dengan Video Coalition of Indonesia.

Semakin tersedianya aplikasi penyedia layanan over the top juga memudahkan warganet untuk mengakses film-film secara legal.

Perbaikan dalam perilaku warganet Indonesia ini tentu menjadi kabar baik bagi para sineas Indonesia. Sutradara film, Joko Anwar mengaku ini merupakan upaya yang baik dari pemerintah untuk mendukung industri kreatif Indonesia.

Sutradara film Gundala itu mengapresiasi Kominfo, Coalition Against Piracy dan berbagai entitas dalam upaya mereka untuk memerangi musuh bebuyutan industri kreatif.

“Kami selalu berusaha melawan secara individu dan gagal. Tetapi dengan upaya bersama oleh seluruh industri akhirnya membuahkan hasil,” ungkap Joko dalam sebuah diskusi virtual Jumat (17/7).

Selama ini streaming bajakan, jelas punya dampak buruk bagi perkembangan kreativitas film. Di sisi lain, meski sepertinya tidak dirugikan, hal tersebut juga berbahaya bagi pengguna.

Neil Gane, General Manager CAP AVIA menyebut jaringan situs web pembajakan sering diuangkan oleh sindikat kejahatan. “Konsumen yang mengakses situs streaming bajakan tidak hanya mendanai kelompok kejahatan, tapi juga membuang waktu dan uang mereka, juga berisiko pada perangkat dan data pribadi,” ungkapnya

Baca juga:  Pandemi Membuat Anak Berkurang Bermain Game Online

Gane menjelaskan bahwa layanan pembajakan tidak memiliki jaminan layanan. Malware serta kemungkinan pencurian data sangat terbuka saat orang mengakses streaming bajakan. **RS

Foto: Unsplash