Press "Enter" to skip to content

Moeldoko Soal Reshuffle dan Para Peramal

“Sekarang ini banyak para peramal di luar dan muncul peramal peramal baru biasa.”

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menanggapi santai saat ditanya para wartawan terkait isu reshuffle kabinet. Ia menilai hal tersebut terlalu dilebih-lebihkan juga bukan hal yang perlu banyak dikomentari karena itu merupakan hak presiden.

“Saya nggak bisa melampaui otoritas yang diberikan presiden, karena itu otoritas beliau. Hak prerogatif beliau jadi saya nggak bisa kompetensi dalam mengkomentari itu,” kata Moeldoko dikutip Liputan 6, Kamis (2/7).

Isu soal perombakan kabinet ini tengah marak saat presiden Jokowi terlihat menegur dan marah pada kabinetnya dalam rapat 18 Juni yang videonya diunggah minggu lalu (28/6).

Dalam pidato pembukanya Jokowi sempat menyebut tidak akan ragu melakukan reshuffle sebagai bentuk evaluasi atas kinerja kabinet yang dipimpinnya.

Moeldoko mengomentari bahwa apa yang disampaikan presiden saat sidang kabinet merupakan hal yang wajar. Ini diharapkan menjadi dorongan untuk para menteri agar lebih memunculkan energi baru. Sebab dalam situasi pandemi, kinerja pembantu presiden perlu ditingkatkan.

“Karena Covid ini cukup lama menguras energi maka diperlukan suntikan-suntikan agar terbangun energi-energi baru yang positif, perlu boosting, itu seni dari sebuah kepemimpinan lah,” ungkapnya.

Mantan panglima TNI ini juga menyebut bahwa sebenarnya suasana saat rapat tersebut tidaklah tegang. Para menteri yang hadir juga merespon evaluasi dari presiden tersebut dengan tenang.

“Jadinya saling introspeksi dan koreksi kok. Tidak ada yang membela diri atau mencari excuse, tapi semua saling sumbang saran untuk koreksi dan terobosan yang baru,” lanjutnya.

Sidang kabinet ini adalah sidang yang terjadwal, bukan sesuatu yang digelar spesial. Selama pandemi Covid-19, menurut Moeldoko Presiden hampir tiap minggu mengevaluasi bersama kabinet dan gugus tugas, juga hampir tiga kali dalam sepekan ada juga rapat terbatas dengan bidang-bidang khusus.

Baca juga:  Di Vietnam Daging Anjing dan Kucing Dipercaya Menangkal Covid-19

Bukan hal yang tepat jika mengaitkan apa yang disampaikan di rapat dengan isu-isu politis seperti reshuffle kabinet. **RS

Foto: Instagram/dr_moeldoko