Press "Enter" to skip to content

Ribut Tiongkok-AS Berujung Saling Tutup Konsulat

Pekan lalu, hubungan Tiongkok-AS kembali memanas dan diiringi sejumlah pernyataan serta tindakan dramatis.

Muasal ketegangan ini dari dakwaan Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap empat warga Tiongkok yang diduga melakukan peretasan data perusahaan dan pencurian informasi terkait vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan di negara bagian Texas.

Tiga dari keempat orang tersebut telah ditahan dan dituduh melakukan penyembunyian informasi pada visa mereka dengan tidak menyebut afiliasi mereka dengan militer Tiongkok. Tak tanggung-tanggung Washington menganggap ini sebagai kegiatan spionase dan memerintahkan untuk segera menutup kantor konsulat Tiongkok di Houston, Texas.

“Ini dilakukan demi melindungi properti intelektual dan informasi rahasia Amerika Serikat,” demikian disebut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, pada Rabu (22/7).

Eksekusi penutupan itu pun terjadi dalam tenggat 72 jam. Pada Jumat (25/7) kantor konsulat Tiongkok di Houston resmi berhenti. Beijing bahkan melaporkan terjadi intimidasi di kantor kedutaan mereka di Washington DC serta di empat kantor konsulat lain di Chicago, Los Angeles, New York dan San Francisco.

Negeri Tirai Bambu mengabarkan kegusarannya atas tindakan sepihak ini dan mengancam akan membalas, jika keputusannya tidak ditarik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, pada Kamis (24/7) memaparkan bahwa alasan-alasan yang disampaikan AS terkait penutupan konsulat di Houston sebagai hal yang luar biasa mengada-ada.

“Ketika para diplomat Tiongkok mengusung pemahaman setara antar dua belah pihak serta persahabatan, kedutaan AS di China menyerang sistem politik China di depan umum,” ujar Hua. Dalam pernyataannya dikutip AFP Jumat (25/7), Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengajak untuk mundur sejenak dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk menormalkan kembali hubungan bilateral.

Baca juga:  Saat Rapid Test Jadi Ladang Bisnis

Kemenlu Tiongkok juga mengunggah peringatan kepada segenap mahasiswanya di AS, meminta mereka untuk waspada selagi badan-badan penegak hukum negeri Paman Sam meningkatkan interogasi secara acak, perundungan, penyitaan barang-barang pribadi, dan penahanan yang mengincar mahasiswa asal Tiongkok.

Di hari yang sama, Beijing resmi mencabut izin konsulat AS di Chengdu. Satu dari lima konsulat AS di wilayah daratan Tiongkok.

Ketegangan ini nampaknya belum menunjukkan gejala mereda, bahkan memperkeruh isu-isu selisih dua negara ini sebelumnya, terkait masalah Covid-19, utang luar negeri, perang tarif dagang hingga isu ketegangan klasik terkait Hong Kong, Taiwan atau persoalan Laut Cina Selatan.

Ini juga berimbas pada pasar keuangan dunia. Seyogianya bursa dunia, juga di Indonesia, ada dalam sentimen yang lumayan adem-ayem pekan lalu. Mood para investor mungkin terbilang baik, seiring dengan mulai ada titik cerah terkait vaksin dan pengobatan Covid-19.

Namun, ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Tiongkok membuyarkan harapan perbaikan. Akhir pekan ini, bursa keuangan dunia umumnya turun dan lesu. **RS

Foto: REUTERS/Hyungwon Kang