Press "Enter" to skip to content

Lin Dan Pensiun, Akhir Era Empat Raja Badminton

‚ÄúDari tahun 2000 sampai 2020. Setelah 20 tahun, saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional. Sulit sekali untuk mengatakannya.”

Demikian pebulutangkis Tiongkok, Lin Dan, menulis di akun media sosial Weibo-nya, pada Sabtu (4/7). Postingan itu menandai pensiunnya pemain berusia 36 tahun ini sebagai atlit badminton. Ia telah memperoleh hampir segalanya dari olahraga yang membesarkan namanya ini.

Kehilangan Lin Dan, kendati sangat terasa, tentu tidak terlalu berdampak pada prestasi tim bulutangkis Tiongkok secara keseluruhan. Juniornya seperti Chen Long atau Shi Yu Qi masih punya kans besar untuk menembus jajaran pebulutangkis papan atas di sektor tunggal putra.

Namun pensiunnya Lin Dan menutup buku terakhir dari era empat raja badminton, yang lazim disebut Big Four King atau F4. Ini adalah julukan bagi empat orang pemain tunggal putra yang merajai dunia badminton sepanjang tahun 2000-an. Lin Dan ada di jajaran itu bersama Peter Gade (Denmark), Taufik Hidayat (Indonesia) dan Lee Chong Wei (Malaysia).

Persaingan keempatnya disebut-sebut sebagai drama paling kompetitif sepanjang sejarah badminton tunggal putra. Bergantian mereka meraih posisi pebulutangkis nomor satu serta rangkaian gelar bergengsi di All England, sejumlah kejuaraan superseries serta Olimpiade.

Peter Gade adalah yang paling senior, sementara Taufik, Chong Wei dan Lin Dan secara berurutan hanya berjarak usia setahun. Gade, menjadi kampiun di All England pada 1999 dan menjadi pebulutangkis tertinggi sepanjang 1998-2001, serta meraih 22 gelar grand-prix.

Dominasi Gade, mulai digoncang oleh Taufik jelang pertengahan 2000. Taufik yang terkenal dengan backhand smash alaminya benar-benar jadi raja bulu tangkis selama tahun 2004-2006. Di waktu hampir bersamaan Chong Wei dan Lin Dan mulai merepotkan.

Baca juga:  Sekolah Belum Siap Protokol Kesehatan New Normal

Puncak persaingan mereka terlihat saat World Series tahun 2005 di Anaheim, Amerika Serikat. Disitu Taufik menang di partai puncak mengalahkan Lin Dan. Sementara Gade dan Chong Wei sama-sama meraih perunggu.

Selepas itu, persaingan terketat adalah antara Taufik dan Lin Dan. Namun Taufik tidak terlalu lama gemilang, selepas 2007 beberapa kali mengalami cidera. Justru persaingan Lin Dan bersama Chong Wei terasa lebih ketat, dengan sesekali Gade masih mengganggu. Chong Wei bahkan sempat menjadi pebulutangkis peringkat satu terlama dari 2008 hingga 2012.

Tapi lembar buku tetap harus ditutup. Dimulai dari pensiunnya Peter Gade pada 2012, Taufik menyusul setahun kemudian. Chong Wei dan Lin Dan masih terus beradu untuk waktu yang cukup lama, sebelum akhirnya Chong Wei pensiun pada pertengahan 2019.

lin dan
20 tahun karier badminton Lin Dan berakhir.

Lin Dan, tak dapat dipungkiri, adalah yang paling sukses dari antara keempatnya. Enam kali juara All England, lima kali juara dunia serta dua medali emas olimpiade adalah bagian dari 66 gelar juaranya. **RS

Foto: AFP