Press "Enter" to skip to content

Kuil Meiji: Tenang di Pusat Kota Tokyo

Kuil Meiji atau Meiji Jingu adalah satu kuil yang paling menarik untuk dikunjungi di Tokyo.

Sebagaimana hampir semua kuil Shinto, daya tarik utamanya ada pada arsiterktur klasik bangunan yang masih terjaga, nilai sejarah dan budaya yang tinggi, serta pemandangan yang fotogenik.

Walaupun terletak di pusat kota, malah dekat sekali dengan area Harajuku yang merupakan pusat keramaian, Kuil Meiji seolah ada di dimensi yang berbeda. Nuansa ketenangan dan keasrian begitu terasa di sekitar area kuil.

Kuil ini didirikan untuk menghormati Kaisar Meiji dan istrinya. Kaisar ke-122 dalam sejarah Jepang ini merupakan salah satu kaisar paling terkenal. Beliaulah yang memindahkan ibukota Jepang dari Kyoto ke Tokyo.

Di masa pemerintahannya pula Jepang mengalami Restorasi Meiji, dimana perubahan-perubahan begitu cepat terjadi sampai akhirnya menjadi salah satu negara adidaya di kawasan Asia Pasifik.

Kuil Meiji dikelilingi area hutan kota yang rimbun seluas 70 hektar. Pohon-pohon di hutan buatan ini dulunya merupakan sumbangan dari warga saat kuil hendak didirikan pada tahun 1915. Untuk mencapai area dalam kuil, kita harus berjalan paling tidak sepuluh menit menembus hutan.

Hutan Kuil Meiji
Hutan Kuil Meiji. Dok.

Ketika saya berkesempatan mengunjungi kuil ini, hujan turun dari pagi hari di sekitar kota Tokyo. Padahal saat itu sedang puncaknya musim panas di bulan Agustus. Tapi hawa tetap terasa cukup dingin, sampai terbentuk kabut di sekitar area hutan kota.

Di sini, torii atau gerbang gapura kuilnya berwarna coklat terbuat dari kayu Cypress Jepang yang besar. Berbeda dengan torii di kuil Shinto lain yang kebanyakan berwarna vermilion. Torii di kuil Meiji merupakan torii kayu terbesar di Jepang. Tingginya 12 meter dengan berat mencapai tiga ton.

Baca juga:  Pesona Istana Musim Panas Beijing

Sepanjang tahun, banyak event yang diselenggarakan di kuil. Ada ritual memasuki arena sumo bagi yokozuna, yaitu pesumo level tinggi. Mengingat sumo adalah olahraga nasional dan tidak mudah melihat seorang yokozuna dari jarak dekat, banyak masyarakat Jepang yang datang ke kuil saat acara ini berlangsung.

Meiji Jingu
Meiji Jingu. Dok.

Ada juga festival Kigensai yang merayakan berdirinya negara, diadakan setiap tanggal 11 Februari. Selain event tahunan, ada ritual Onikkusai, yaitu ritual persembahan makanan kepada roh-roh agung yang dilakukan setiap harinya pukul 08.00-14.00.

Kuil ini juga menjadi salah satu tempat yang banyak dipilih bagi pasangan Jepang yang hendak melangsungkan pernikahan tradisional. Setelah menikah dan melahirkan, keluarga yang melangsungkan pernikahannya disini biasanya akan kembali ke kuil untuk mendoakan pertumbuhan sang anak saat umut 3, 5 dan 7 tahun; dikenal dengan festival Shichi-Go-San.

Dengan banyaknya festival yang biasa dirayakan di tempat ini, ditambah dengan fungsi utama kuil sebagai tempat pemujaan salah satu keluarga kekaisaran yang paling dihormati di Jepang, kuil Meiji menjadi kuil kesayangan masyarakat.

Tidaklah salah untuk dikunjungi jika Anda sedang berada di Tokyo. **HW