Press "Enter" to skip to content

Citra Indonesia Masih Buruk di Mata Warga Australia

Indonesia nampaknya masih belum dianggap sebagai tetangga yang baik oleh kebanyakan warga Australia.

Ini terungkap dalam survey terbaru dari Lowy Institute Poll yang dirilis sejak 23 Juni lalu. Survey ini merekam pandangan masyarakat negeri Kanguru soal negara-negara lain di dunia, serta terkait kepemimpinan sejumlah tokoh.

Saat ditanya tingkat keyakinan akan seberapa besar Indonesia memberi pengaruh baik, hanya sekitar 36% warga Australia yang meyakini negeri kita punya kontribusi baik bagi dunia. Jumlah ini turun sekitar 16% dari survey yang sama di tahun 2017.

Tingkat keyakinan ini bahkan masih kalah dengan kepercayaan Australia terhadap India, Amerika Serikat, Jepang atau Inggris.

Survey yang sama juga menyorot pandangan soal seberapa demokratis Indonesia bagi orang Australia. Hanya sekitar 39% penduduk negeri ini yang meyakini Indonesia adalah negara yang demokratis.

Jumlah ini memang naik dari angka 24% di survey dua tahun sebelumnya. Meski demikian, Indonesia tetap dianggap negara yang belum demokratis oleh kebanyakan orang Australia.

Indonesia masih kalah demokratis jika dibandingkan dengan Inggris, Amerika Serikat, Jepang, India, Taiwan bahkan dengan Papua Nugini.

Hal serupa juka terkait kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Hanya 32% responden yang cukup yakin dengan kepemimpinan presiden ketujuh Indonesia ini. Jokowi masih kalah tingkat konfidensi dibandingkan dengan PM Jepang Shinzo Abe atau PM India Narendra Modi.

Temuan ini tentu masih menjadi pe-er besar akan upaya kerjasama kedua negara. Direktur Program Asia Tenggara di Lowy Institute, Ben Bland menyebut, survey ini memberi gambaran betapa hal yang diketahui warga Australia tentang tetangganya, Indonesia, masih sangat terbatas.

“Kurangnya pengetahuan dan pemahaman itu berbanding lurus dengan kurangnya kepercayaan. Agak sulit untuk percaya kepada tetangga kita, jika kita kurang mengenalnya, demikian pula sebaliknya,” ungkap Bland dikutip The Jakarta Post, Kamis (2/7).

Baca juga:  Streaming Film Bajakan Jauh Berkurang di Indonesia

Menariknya, pandangan soal Indonesia umumnya lebih positif dari kalangan usia muda, yaitu mereka yang ada di kelompok usia 18-29 tahun di survey ini. **RS

Foto: Unsplash