Press "Enter" to skip to content

Selama Pandemi, Fintech Ilegal Marak

Selama Januari-Maret 2020, Satgas Waspada Investasi (SWI) melaporkan temuan sekitar 508 penyedia pinjaman berbasis teknologi (fintech lending) yang beroperasi tanpa izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua SWI, Tongam L. Tobing, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terlebih tawaran fintech di masa pandemi Covid-19 punya kendala tersendiri untuk mengklarifikasinya.

“Kami tidak akan kendur untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu waspada sebelum menggunakan fintech lending, mengikuti penawaran investasi dan memanfaatkan usaha gadai swasta untuk melindungi masyarakat,” kata Tongam pertengahan Maret lalu.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), Adrian Gunadi, mengatakan bahwa keberadaan fintech lending ilegal di Indonesia tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia.

“Dalam hal ini, keberadaan perusahaan fintech ilegal tentu menghambat pertumbuhan UKM-UKM di Indonesia dan secara tidak langsung berdampak negatif terhadap pertumbuhan perekonomian negara,” ujar Adrian dikutip Republika (17/7).

Adrian menyebut beberapa ciri yang umumnya ditemui pada fintech lending ilegal. Misalnya tidak adanya izin dari OJK, tidak terdaftar di AFPI, identitas dan alamat kantor yang tidak jelas, persetujuan pinjaman yang terlalu mudah, informasi yang tidak lengkap, bunga dan denda yang tidak ditentukan.

Lebih jauh, CEO lembaga fintech Investree ini juga menganjurkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap meluangkan lebih banyak waktu memastikan keresmian dan keamanan perusahaan fintech lending yang dipilih.

“Terlebih di tengah pandemi ini, walaupun sedang kesulitan, pelaku usaha sebaiknya tidak terburu-buru dan tergiur penawaran pinjaman dari sembarang fintech lending. Kalau bisa menggunakan jasa fintech yang terpercaya dan sudah dapat izin OJK,” saran Adrian.

Meski marak kasus fintech ilegal seperti ini, masyarakat tidak harus antipati pada keberadaannya. Inovasi fintech lending di Indonesia telah membantu banyak pelaku usaha dan pemberi dana untuk mencapai tujuan finansial dan bertumbuh bersama. **RS

Baca juga:  Baru, Tinder Uji Fitur Face to Face Video Chat

Foto: Unsplash