Press "Enter" to skip to content

Jepang: Buah dan Sayuran Asal Indonesia Masih Lebih Mahal

“Saya yakin ekspor buah dan sayur Indonesia dapat berkembang jika biaya produksinya bisa ditekan. Sebab produk Indonesia masih lebih terjamin dan punya kualitas yang baik dibandingkan Thailand dan Vietnam.”

Pernyataan itu disampaikan Katsunari Kasugai, presiden Nanyang Trading Co, salah satu perusahaan pengimpor asal Jepang. Dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC) Osaka, pada Selasa (21/7).

Produk holtikultura Indonesia, seperti buah, sayuran dan aneka bumbu sebenarnya cukup dikenal masyarakat Jepang, namun sejauh ini harganya belum begitu kompetitif dibandingkan sesama negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam.

Kasugai menyebutkan harga produk-produk tersebut umumnya lebih tinggi hingga sekitar 40% dibandingkan produk sejenis dari kedua negara tadi. Ini dikarenakan tingginya ongkos produksi di Indonesia dan kebanyakan penghasilnya berupa industri pertanian berskala kecil.

Kerjasama ekonomi Indonesia-Jepang lewat Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) sebenarnya bisa menjadi peluang besar. Perjanjian itu telah mengecualikan tarif ekspor impor untuk sejumlah buah dan sayuran, semisal pisang dan nanas dengan batasan kuota.

Namun sejauh ini keuntungan dari perjanjian tersebut belum terlalu banyak dimanfaatkan oleh eksportir holtikultura dari Indonesia.

Data kementerian perdagangan mencatat sepanjang 2019, Indonesia telah mengekspor produk holtikultura senilai 30 juta dolar AS ke Jepang. Ini hanya sekitar 0,4 persen dari keseluruhan impor holtikulutra Jepang.

Sejauh ini impor holtikultura Jepang kebanyakan berasal dari Tiongkok, yang mencakup sekitar 27,3 persen, disusul Filipina yang mencakup 15,8% persen.

Meski masih terbilang rendah, jumlah ini masih punya kemungkinan untuk meningkat pesat, seiring semakin banyaknya pekerja migran dari Asia Tenggara dan Amerika Selatan di Jepang. Para pekerja ini umumnya sangat menyukai produk holtikultura asal Indonesia.

Baca juga:  Tra Perlu Kaya, Mama Dessi Sumbang Sayur Satu Noken Atasi Covid-19

Dalam situasi ekonomi yang stagnan karena pandemi Covid-19, kemungkinan konsumi ini akan menurun memang sangat besar. Namun, atase perdagangan kedutaan Indonesia di Tokyo, Arif Wibisono berharap para pengekspor Indonesia tetap mengupayakan ekspor ke Jepang.

“Sebab, jika kita bisa masuk ke pasar Jepang, akan lebih mudah untuk masuk ke negara lain, karena sudah memenuhi standar tinggi di Jepang,” ungkap Wibisono. **RS

Foto: Shutterstock

Bagikan