Press "Enter" to skip to content

Berburu Bolu Berendam Saat Idul Adha

Bolu berendam adalah hidangan legendaris khas Melayu-Riau. Meski sudah agak jarang dijumpai, kuliner manis berbumbu ini masih dicari-cari terutama saat hari besar seperti Idul Adha.

Wilayah Indragiri Hulu di Riau atau Lingga di Kepulauan Riau adalah tempat kita masih bisa

menjumpai sajian bolu berendam. Soalnya, penganan yang satu ini terbilang sulit dibuat karena saking rumitnya pantangan dan panduan pembuatannya.

Bolu yang satu ini berbeda dengan bolu lain. Teksturnya lebih lembut dengan komposisi tepung yang lebih sedikit, porsi utama lebih banyak menggunakan telur dan gula. Kue bolu itu kemudian direndam dalam larutan gula yang diberi cengkeh, kayu manis dan adas.

Jika bolu lain umumnya dicetak pada loyang besar, bolu berendam dicetak pada loyang kecil berbentuk bunga dan manggis. Loyangnya pun harus dari kuningan. Saat sudah matang, kue ini berwarna kuning telur. Penyajiannya pun diletakkan pada piring-piring kecil.

Konon, ini adalah makanan khas raja-raja Indragiri sehingga dibuat dengan sentuhan kemewahan dan sejumlah pantangan dalam membuatnya. Proses pembuatannya tidak menggunakan tenaga listrik.

Telur ayam kampung dan gula dikocok tanpa mixer, demikian pula memasaknya umumnya di atas tungku kayu. Saat mempersiapkan bolu pembuatnya tidak boleh sedang berhalangan (datang bulan),tidak boleh berkata kasar, serta harus pelan-pelan, tidak terburu-buru dalam mengocoknya.

Menurut para pembuatnya, ini merupakan laku spiritual dalam konteks memberi persembahan terbaik bagi raja dan rakyat yang dijamunya. Kalau ada salah satu dari pantangan itu yang dilanggar, kemungkinan rasa bolu akan jadi tidak karuan.

Di wilayah Rengat, Indragiri Hulu tidak terlalu banyak orang yang menguasai teknik pembuatan bolu berendam. Kebanyakan para pembuatnya merupakan keluarga kerajaan Indragiri. Tapi, di banyak daerah selain Rengat, pembuat bolu juga ditemui dari kalangan masyarakat biasa, kendati tetap memegang teguh pantangan dan panduan pembuatan bolu tersebut.

Baca juga:  Cipera Manuk: Ayam Berkuah Kental yang Dirindukan dari Tanah Karo

Bagaimana rasanya? Bolu berendam sempat beberapa kali masuk hidangan terpopuler dalam kuliner wisata khas Indonesia. Paduan rasa dan tekstur lembutnya memang juara. Tak ada salahnya dicoba diburu, terutama di momen Idul Adha seperti sekarang. **RS

Foto: Kepripedia