Press "Enter" to skip to content

IA-CEPA Babak Baru Kerjasama Indonesia-Australia

Hubungan bilateral Indonesia dan Australia memasuki babak baru sejak Minggu (5/7). Per tanggal tersebut Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IACEPA) resmi diterapkan.

Dari sisi Indonesia berlakunya IA-CEPA ini didukung lewat terbitnya tiga peraturan pelaksana dari Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan.

Secara ekonomi kesepakatan ini akan membebaskan seluruh tarif bea masuk Australia sehingga seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia akan menikmati tarif 0 persen. Ini tentu kabar baik bagi para eksportir Indonesia.

Berkaca dari produk yang laris selama ini, produk ekspor Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya antara lain adalah otomotif, kayu dan turunannya termasuk furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi dan peralatan elektronik.

Dalam keterangan tertulisnya pada Senin (6/7), Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, menegaskan poin tersebut. Ia berharap lewat dibebaskannya tarif bea masuk, eksportir Indonesia bisa memanfaatkan peluangnya dengan baik.

“Untuk itu tarif preferensi IA-CEPA ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha Indonesia agar ekspor Indonesia meningkat,” ungkap Mendag.

Hal serupa juga terkait impor Indonesia dari Australia. Selain menguntungkan bagi pelaku usaha di negeri Kanguru tersebut, industri Indonesia yang memanfaatkan produk dari Australia juga diharapkan bisa lebih berkembang.

Industri hotel restoran dan katering, serta industri makanan dan minuman di Indonesia diharapkan mendapatkan harga bahan baku yang lebih berdaya saing sehingga konsumen dapat menikmati lebih banyak varian serta harga yang lebih terjangkau.

Kerjasama IA-CEPA dibentuk dengan konsep “Economic Powerhouse” yaitu kolaborasi kedua negara dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing untuk menyasar pasar di kawasan atau di negara ketiga.

Sebagai contoh pada industri makanan olahan berbahan dasar daging. Dimana bahan dasarnya didatangkan dari Australia, lalu diolah di Indonesia untuk tujuan pasar Timur Tengah. Hal serupa juga akan diterapkan dalam industri berbahan dasar gandum seperti mi instan atau dalam teknologi informasi.

Baca juga:  Durian di Indonesia Paling Bervariasi

“IA-CEPA ini juga merupakan perjanjian yang komprehensif dengan cakupan yang tidak terbatas pada perdagangan barang, namun juga mencakup perdagangan jasa, investasi dan kerja sama ekonomi. Cakupan IA-CEPA yang komprehensif akan mendorong Indonesia dan Australia menjadi mitra sejati menciptakan jejaring supply global,” tambah Mendag Agus. **RS

Foto: Instagram/agussuparmanto