Press "Enter" to skip to content

Siap-siap Bakal Ada Relokasi Pabrik ke Indonesia

Saat meninjau kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6), Presiden Jokowi memastikan sudah ada tujuh perusahaan asing yang akan merelokasi pabriknya ke Indonesia.

“Hari ini, saya senang, sudah ada tujuh perusahaan yang masuk. Ini sudah pasti ini,” ujar Jokowi, dikutip CNN Indonesia.

Perusahaan-perusahaan itu diantaranya Meiloon Technology, Sagami, CDS Asia (Alpan), LG Electronics dan Denso.

Bidang usaha perusahaan yang akan relokasi tersebut meliputi industri elektronika, audio dan video, lampu dengan tenaga surya, hingga suku cadang kendaraan bermotor yang semuanya berorientasi ekspor.

Presiden menyatakan telah meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk segera menyiapkan hal-hal yang perlu bagi investor mulai dari urusan izin, listrik, gas, dan lain-lain. Ia juga menekankan dengan sangat agar pengalaman di tahun sebelumnya tidak terulang lagi.

Jokowi merujuk kesempatan di tahun lalu, saat ada 33 perusahaan yang merelokasi pabriknya dari Tiongkok, namun ternyata tidak satu pun yang akhirnya berinvestasi di Indonesia.

“Saya tidak mau seperti tahun lalu, ada relokasi 33 perusahaan, kita satu pun nggak dapat,” tegasnya.

Kesalahan itu patut segera dievaluasi mengingat peluang yang cukup besar untuk beroleh investasi di tahun ini. Pemerintah memperkirakan ada sekitar 119 perusahaan yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik yang kemungkinan akan merelokasi pabriknya.

Selain tujuh perusahaan yang dipastikan akan relokasi ke Indonesia itu, masih ada 17 perusahaan lain yang sudah mulai menunjukkan minat dan komitmen berinvestasi di Indonesia.

Jika ini kesampaian, diperkirakan ada total investasi 37 miliar dolar AS dan serapan tenaga kerja sekitar 112.000 orang.

Kawasan industri Batang dipersiapkan sebagai salah satu tempat utama relokasi tersebut. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan tertulisnya Selasa (1/7) menyebut bahwa akselerasi pengembangan kawasan industri di wilayah ini sudah cukup siap.

Baca juga:  Di India Ada Monyet Mencuri Sampel Covid-19

Kawasan industri Batang, menurut Agus, memiliki lokasi yang strategis. Secara geografis, akses Kabupaten Batang dekat dengan Kota Semarang yang memiliki Bandara Internasional Ahmad Yani.

“Kita juga sudah punya insentif fiskal yang dapat menarik minat investor, seperti tax holiday, tax allowance, hingga super deduction tax. Pemerintah juga berdiskusi dengan sejumlah investor dan berusaha mengakomodasi apa saja yang dibutuhkan,” ungkap Agus.

Berita ini tentu angin segar di tengah kelesuan industri Indonesia belakangan akibat pandemi Covid-19. **RS

Foto: Instagram/jokowi