Press "Enter" to skip to content

Waspadai Penularan Covid-19 di Pasar Tradisional

Meskipun banyak sektor ekonomi yang libur sementara karena Covid-19, pasar-pasar tradisional umumnya masih berjalan.

Jutaan masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada pasar tradisional demi mendapatkan bahan kebutuhan keseharian dengan harga terjangkau. Keberadaannya memang unik dan hampir tak tergantikan sekalipun di kota-kota besar sudah banyak pusat perbelanjaan modern.

Namun, ini pula yang menjadikannya sebagai salah satu tempat paling potensial untuk penularan Covid-19. Interaksi yang begitu dekat dan terbilang ramai di pasar seperti ini dapat menjadi kluster-kluster baru penyebaran virus Corona jenis baru ini.

Dalam data Ikatan Pedangang Pasar Tradisional Indonesia (IKAPPI) dari sekitar 1,3 juta pedagang pasar yang tersebar di 13.450 pasat tradisional se-Indonesia, telah tercatat 535 pedagang di 20 provinsi yang tertular Covid-19.

Sampai hari Jumat kemarin (12/6) sudah ada 29 dari pedagang tersebut yang kemudian meninggal. Kasus pedagang yang tertular paling banyak terjadi di Jawa Timur, dimana ada 133 kasus positif.

Sementara di Jakarta kasus penularan Covid-19 telah terjadi delapan pasar tradisional dan mencatat kasus positif terkait pasar ini sebanyak 51 orang.

Ketua bidang Infokom IKAPPI, Reynaldi Sarijowan menungkapkan sebenarnya telah ada protokol kesehatan di pasar tradisional baik bagi para pengelola, pedagang maupun pembeli.

“Panduan dalam protokol tersebut mencakup jarak antar lapak, adanya tirai plastik yang membatasi penjual dan pembeli, pemeriksaan suhu tubuh serta pembersihan rutin dengan disinfektan,” ungkap Reynaldi dikutip The Jakartapost pada Senin (15/6).

Namun Reynaldi mengakui, di lapangan sangat sulit untuk menerapkan protokol tersebut untuk tiap pasar tradisional.

Di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, pemisahan jarak misalnya, dimungkinkan dengan menaruh sebagian lapak di jalan. Namun, di Jakarta hal tersebut hampir mustahil dilakukan.

Baca juga:  Saat Rapid Test Jadi Ladang Bisnis

Sejauh ini hal yang paling mungkin diharapkan adalah kesadaran para pengungjung pasar untuk memastikan keselamatan dari penularan.

Kebiasaan mengenakan masker, mencuci tangan serta segera mandi dan berganti baju sepulang dari pasar tradisional dapat mengurangi risiko penularan. Pemerintah mungkin dapat mengetatkannya dengan pengawasan yang rutin.

Tanpa upaya yang lebih disiplin, pasar tradisional tetap akan menjadi salah satu hot spot penyebaran Covid-19 di Indonesia. **RS

Foto: Unsplash