Press "Enter" to skip to content

Tombur: Varian Menikmati Ikan di Tanah Toba

Ikan sudah lama jadi salah satu menu kuliner nusantara. Berbagai daerah punya varian penyajian ikan laut maupun ikan air tawar.

Biasanya ikan disajikan entah lewat cara bakar, goreng, presmol, rebus bersama bumbu atau terkadang versi memasak tanpa api.

Hal serupa juga dapat ditemui di wilayah Toba, tempat asal sub-etnis Batak Toba. Disini, ragam penyajian ikan setidaknya terdiri dari tiga jenis.

Naniura adalah varian memasak ikan tanpa api. Naniarsik atau arsik adalah varian ikan yang direbus dengan bumbu. Sementara natinombur atau tombur adalah varian penyajian untuk ikan yang digoreng atau dibakar.

Seperti pada kebanyakan menu ikan bakar, goreng atau presmol, penanda utama terletak pada saus yang dibubuhkan pada ikan. Di Tanah Batak, saus itulah yang disebut sebagai tombur.

Rasa tombur sangat khas dan kompleks, sebab paduan bumbunya mungkin terhitung kombinasi yang jarang.

Memang, hampir semua sambal ikan nusantara lazim memasukkan cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah dan bawang putih. Beberapa juga sering memasukkan kemiri dan jeruk nipis.

Namun tidak banyak yang turut memasukkan rias (kecombrang), apalagi menambahkannya dengan andaliman (sechuan pepper). Dua bumbu inilah yang memberi rasa beda pada tombur saat dipadukan dengan bahan yang lazim untuk sambal di atas.

Bumbu-bumbu ini biasanya digiling mentah, atau direbus sebentar, lalu laburkan di atas ikan bakar atau goreng.

Ikan yang biasa digunakan adalah varian ikan mas, nila, mujair atau dalam bentuk klasiknya ihan batak, sejenis ikan semah yang merupakan satwa endemik Danau Toba.

Jika dicoba-deskripsikan, tombur memadukan gurih dan tekstur ikan dengan rasa saus yang segar, pedas, asam serta menyisakan sensasi bergetar di bibir.

Baca juga:  Lawar: Keseimbangan Bali dalam Kuliner

Tombur merupakan menu praktis yang pembuatannya biasanya tidak selama membuat arsik atau naniura. Ikannya pun biasanya merupakan tangkapan langsung.

Dalam penyajian, tombur biasa dimakan beserta nasi hangat dan lalapan. Sering pula dihidangkan sebagai menu makan di alam terbuka, seperti pinggiran danau, tepi sungai, kebun atau persawahan.

Ini yang membuat sejumlah restoran di pinggiran Danau Toba menempatkannya sebagai salah satu menu utama.

Kenikmatan menyantap nasi dan ikan tombur, ditemani semilir angin berhembus dan alam yang segar, rasanya sulit untuk digantikan. **RS

Foto: Gramho.com

Bagikan