Press "Enter" to skip to content

Tetap Sehat di Era New Normal

Kembali beraktivitas di era new normal selepas sekian lama hanya berada di rumah, memang punya tantangan tersendiri.

Di era yang disebut kenormalan baru ini kita perlu terus waspada dan mematuhi setiap protokol kesehatan yang ada demi mencegah penularan Covid-19. Di sisi lain, kita juga tidak boleh terlalu khawatir sehingga melupakan risiko yang lain.

Sangat mungkin kita akan menemui tantangan dengan prosedur keamanan diri, baik saat berkendara, berada di ruang publik, berinteraksi di tempat kerja atau melakukan sejumlah aktivitas di luar.

Kita mungkin harus terbiasa, misalnya, mengenakan masker atau faceshiled. Atau juga harus menjaga jarak saat bertemu orang lain.

Di ruang kerja kita pun mungkin akan semakin sering mencium aroma zat disinfektan atau harus sering-sering mencuci tangan.

Secara fisik memang ada sejumlah risiko saat mematuhi kewajiban protokol kesehatan tersebut. Kita mungkin saja merasa agak sesak saat harus berlari atau berolahraga dengan masker.

Atau adanya sejumlah zat disinfektan bisa memberi dampak buruk bagi pernafasan. Bahkan ada kasus kelalaian, saat kendaraan disemprot zat disinfektan yang reaktif terhadap api, sehingga menyebabkan kebakaran.

Keadaan yang demikian juga mempengaruhi kondisi psikis kita. Tidak bisa bersentuhan secara fisik mungkin terasa berat dalam relasi teman, kerabat atau hubungan yang butuh sentuhan humanisnya. Bayangkan setelah sekian lama tidak bertemu, kita tetap harus menjaga jarak.

loading…



Maka, lebih dari sekedar menaati protokol kesehatan, kita juga perlu awas pada kesehatan fisik dan mental kita sendiri saat menghadapi new-normal.

Dalam menjaga kesehatan fisik, kita perlu terus meningkatkan kebugaran tubuh. Menjaga kebersihan, makan makanan bernutrisi, istirahat yang cukup serta olahraga yang teratur adalah hal mendasar yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga:  Eyang Kamtim: Perempuan Usia 100 Tahun Sembuh dari Covid-19

Untuk kesehatan mental, sejumlah varian hiburan yang lebih mungkin untuk dinikmati dengan risiko penularan penyakit kecil pantas dijadikan pilihan.

Interaksi dengan orang-orang serumah atau momen ketika sendiri perlu dijadikan sarana yang baik untuk recharge energi psikis kita.

Kenormalan baru hendaknya tidak dipandang sebagai aturan yang dipaksakan, namun dikerjakan layaknya kebiasaan keseharian kita. **RS

Ilustrasi: unsplash

loading…