Press "Enter" to skip to content

Tetap Bisa Olahraga Walau Cidera

Cidera saat berolahraga adalah hal yang lumrah. Biasanya disebabkan oleh benturan, gerakan yang salah, gerak tiba-tiba atau kurangnya peregangan.

Saat mengalami cidera, orang biasanya akan membatalkan semua bentuk latihan fisik untuk waktu yang lama. Hal yang sebenarnya kurang tepat, karena sangat signifikan menurunkan semangat untuk memulai olahraga kembali.

Sebenarnya kita dapat tetap melakukan sejumlah latihan fisik, tanpa menambah risiko cidera. Utamanya dengan memvariasikan latihan.

Namun, sebelum melakukan itu hendaknya kita memahami soal bentuk-bentuk cidera yang paling umum dan otot mana saja yang terdampak dari cidera tersebut.

Cidera pada angkel, tulang kering, lutut dan hamstring, misalnya, wajar terjadi jika kita melakukan gerakan lari atau lompat dengan tiba-tiba atau variasi arah.

Olahraga permainan seperti futsal, badminton, tenis atau basket punya peluang besar menghadirkan cidera ini. Demikian pula kardio lazim seperti lari dan jumping jack, atau latihan beban seperti squat dan dead-lift, punya risiko ini.

Sementara itu cidera pada bahu, siku atau pergelangan tangan lazimnya terjadi jika kita memberi beban atau kecepatan pada lengan. Biasanya terjadi pada latihan beban atau olah raga seperti badminton dan tenis.

Kita dapat menelusuri hal serupa terkait cidera pada otot lain semisal punggung, dada atau perut.

Hal paling penting adalah segera menghentikan aktivitas latihan begitu cidera. Lakukan sedikit peregangan dan jika memungkinkan mengkompres bagian yang cidera.

Kebanyakan cidera menjadi cukup parah karena biasanya tidak langsung menghentikan latihan. Ini umumnya terjadi pada olahraga permainan. Orang tetap bermain sekalipun otot sedang terkilir atau mengalami nyeri sendi.

Umumnya jika tidak terlalu parah, selama masa pemulihan, kita tetap bisa melakukan beberapa bentuk latihan alternatif.

Baca juga:  Dosen UNPAD Surati Mas Nadiem Makarim

Misalnya saja, kita tetap dapat melatih otot paha dan otot kaki lain, sekalipun lutut cidera. Asalkan latihan tidak membuat lutut menahan berat badan dan berada dalam posisi rileks yang stabil.

Demikian pula, kita tetap dapat melatih otot dada dan lengan dengan beban sekalipun bahu cidera. Asalkan kita tidak menumpukan beban di bahu, atau melakukan gerak memutar. Mungkin kita perlu juga untuk menurunkan intensitas dan porsi beban dari biasanya.

Hal ini juga berlaku untuk aktivitas kardio. Intensitas mungkin dapat dikurangi, dengan menghindari beban pada otot yang sedang cidera.

Tetap teratur berolahraga akan membuat tubuh lebih fit, sehingga penyembuhan cidera bisa berjalan lebih teratur. **RS

Foto: Unsplash

Bagikan