Press "Enter" to skip to content

Senam Pilates Bukan Cuma untuk Perempuan

Sebagai salah satu bentuk olahraga yang menekankan kendali tubuh atas gerakan, senam pilates mungkin seringnya dikesankan sebagai latihan untuk perempuan.

Pendapat tersebut wajar mengingat para pegiatnya belakangan ini memang kebanyakan adalah kaum perempuan.

Mungkin pula, karena gerakan-gerakan dalam senam ini yang tidak terlalu menekankan pada peningkatan beban atau kecepatan, hal yang secara awam dianggap lebih ‘maskulin’.

Namun, sejatinya pilates adalah olahraga yang bisa dilakukan siapa saja. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh pelatih fisik asal Jerman, Joseph Hubertus Pilates. Latihan ini banyak dipraktikkan di negara-negara Barat.

Inti dari gerakannya ada pada metode yang disebut Kontrologi. Ini berarti kita mengatur nafas sembari mengontrol gerakan otot yang umumnya berupa gerakan resisten atau melawan gravitasi.

Ciri paling menonjol adalah fokus pilates pada penguatan otot-otot inti tubuh, terutama otot di punggung, dada bawah, perut, hingga sekitar panggul.

Dalam gerakannya selalu ada bagian yang disebut sebagai pusat gerakan, tempat setiap gerakan yang diatur dengan nafas ditumpukan. Pusat gerakan itu bisa melekat pada perut, punggung atas dan bawah, atau bokong.

Melihat beberapa bentuk latihan ini, orang mungkin akan melihat beberapa kesamaannya dengan yoga.

Dua disiplin olah tubuh ini bahkan berbagi sejumlah fitur gerakan yang sama. Gerakan seperti open leg hampit identik dengan posisi navasana atau pose perahu di yoga. Demikian pula roll over yang mirip dengan halasana, atau plough pose.

Pilates dan yoga juga sama-sama menekankan kesatuan antara pernafasan, pemusatan konsentrasi dan gerakan tubuh.

Bedanya, yoga lebih banyak menekankan pada fleksibilitas anggota tubuh, sementara pilates pada penguatan otot inti.

Karena penekanannya ini, senam pilates diyakini memberi manfaat yang cukup besar bagi kebugaran. Ditinjau dari disiplin latihannya, pilates memang memberi peluang besar orang melatih otot-otot yang banyak diabaikan, terutama jika orang bekerja dengan posisi duduk seharian.

Baca juga:  Jangan Banyak Alasan: Ayo Mulai Olahraga di Rumah!

Para praktisi pilates umumnya mengakui merasakan perubahan yang cukup signifikan terkait istirahat yang lebih baik, keseimbangan badan, perbaikan postur serta pemulihan cidera.

Klaim lain adalah latihan ini baik dalam meredakan stres serta menguatkan stamina fisik, termasuk untuk performa seksual.

Hal itu mungkin yang belakangan membuatnya kian menjadi tren di masyarakat perkotaan. Senam pilates dianggap lebih sederhana dan menenangkan. **RS

Foto: Menshealth.com