Press "Enter" to skip to content

Sekolah Belum Siap Protokol Kesehatan New Normal

Wacana untuk kembali membuka sekolah-sekolah yang ada di zona hijau pandemi Covid-19 nampaknya masih menemui sejumlah halangan.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan menyatakan masih cukup banyak sekolah yang tidak punya anggaran untuk memenuhi protokol kesehatan, jika nanti dibuka kembali.

“Untuk sarana prasarana, peralatan masker, sekolah tidak punya uang untuk beli itu. Ini komponen paling berat. Sekolah nggak punya anggaran,” ujar Satriwan dikutip CNN, Selasa (16/6).

Kondisi ini merupakan hasil survei FSGI terhadap 1.656 responden dari 245 kota/kabupaten di 34 provinsi. Survei ini dilakukan terhadap manajemen sekolah, kepala sekolah dan para guru, yang kebanyakan berada di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau.

Temuan dalam survei menyebut 53,4% responden menyatakan kesiapan sarana, prasarana dan infrastruktur sekolah merupakan beban paling berat jika kembali dibuka. Menurut responden tak semua sekolah bisa menyediakan sarana dan membiayai protokol kesehatan dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Anggaran nggak cukup. Dana BOS tidak akan mencukupi apalagi sebagian juga dipakai untuk gaji guru honorer,” papar Satriwan.

Terkait pemenuhan persyaratan dan panduan protokol juga menunjukkan ketidaksiapan yang sama. Sekitar 55,15 responden menyebut sekolahnya belum bisa memenuhi persyaratan jika dibuka kembali.

Apalagi sekolah-sekolah saat ini juga disibukkan dengan berbagai aktivitas jelang tahun ajaran baru dan penerimaan siswa baru serta mengubah sejumlah modul-modul menjadi modul pembelajaran jarak jauh.

“Artinya mayoritas sekolah di Indonesia, termasuk di zona hijau sesungguhnya belum siap dalam menghadapi kenormalan baru jika sekolahnya dibuka kembali,” demikian survei ini disimpulkan.

Sebelumnya, dalam video konferensi pers, Senin (15/6), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan akan mulai membuka kembali sekolah secara bertahap mulai Juli 2020.

Baca juga:  Hong Kong Menang: Terbukti Kita Harus Pakai Masker

Pembukaan ini akan diterapkan di sekolah yang daerahnya telah ditetapkan sebagai zona hijau pandemi Covid-19. Dimulai dari pendidikan jenjang SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, paket B.

Nadiem juga menyaratkan sekolah yang dibuka harus memenuhi kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan dari Kemenkes.

Ini mencakup ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih, sarana cuci tangan dengan air, sabun atau cairan pembersih tangan, dan disinfektan.

Ketentuan lainnya adalah kondisi siswa di kelas tidak bisa penuh. Jumlah siswa yang masuk dibatasi sebanyak 18 siswa dalam satu kelas. Kelas dengan jumlah siswa yang lebih besar

diharuskan menggilir pertemuan tatap muka. Protokol yang penting buat pencegahan inilah yang di banyak sekolah nampaknya belum dapat terpenuhi. **RS

Foto: Unsplash