Pak SBY Berkicau Soal RUU HIP

0
31
sby

“Tentu ada pendapat dan tanggapan saya. Namun, lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas.”

Demikian, presiden ke-6 RI, Soesilo Bambang Yudhoyono, memposting di akun twitter resminya hari ini, Selasa (23/6). Pagi jelang siang, pria yang akrab disapa dengan akronimnya SBY ini menyampaikan sedikit urun rembuknya soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dalam tiga postingan di platform media sosial berlogo burung itu.

SBY mengaku mengikuti sedari awal hiruk-pikuk pembahasan RUU ini dan mencermatinya dengan saksama. Menurutnya, kita sebagai bangsa mesti lebih berhati-hati jika berpikir, berbicara dan merancang sesuatu yang berkaitan dengan ideologi dan dasar negara Pancasila.

“Apalagi jika menyentuh pula kerangka dan sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar,” tulis SBY.

Tak lupa pria kelahiran Pacitan, 70 tahun silam itu mengajak masyarakat untuk memposisikan ideologi dengan tepat dan benar. Ia mengingatkan agar kita tidak lupa proses pembentukan bangsa dan konsensus kebangsaan sejak 1945.

“Proses itu tidak selalu mudah. Jangan sampai ada ideological clash dan perpecahan bangsa yang baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat,” tutupnya.

Meski mengaku menyimpan pendapat dan tanggapan, agar politik tidak semakin panas – tentu saja apa yang disampaikan SBY sedikit banyak adalah sebuah tanggapan.

Sikap ini sebenarnya sejalan dengan sikap Partai Demokrat di parlemen. Sejak awal, sebagaimana diakui anggota DPR RI dari partai ini, Hinca Panjaitan – Demokrat sudah menarik diri dari pembahasan RUU HIP di badan legislasi DPR RI.

Dalam dokumen terkait hasil rapat Baleg dengan agenda pengambilan keputusan atas penyusunan RUU HIP tertanggal 22 April 2020, terlihat Fraksi Partai Demokrat memang tidak ikut dalam pengambilan pembahasan.

Baca juga:  Warisan Pdt. SAE: Anti Mayoritas-Minoritas sampai Pendeta Harus Bayar Pajak

Dokumen tersebut juga menunjukkan PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN dan PPP menerima hasil kerja panitia kerja RUU HIP dan menyetujui rancangannya untuk diproses lebih lanjut. Sementara Fraksi PKS menyetujui RUU HIP dengan beberapa catatan tambahan yang harus dicantumkan dalam draft.

Meski tidak perlu mengidentikkan antara SBY dengan partai yang didirikannya itu, namun sesungguhnya kicauan hari ini soal RUU HIP sangat jelas terlihat sebagai penguatan atas posisi yang diambil Partai Demokrat.

Dengan retorika menahan diri, melihat dengan saksama, serta jangan sampai mengorbankan rakyat – SBY dan Demokrat mencoba menjaga posisi amannya terkait panasnya kubu-kubuan saat membahas RUU ini.

Gerak yang sudah dipakai dan diterapkan partai berlogo berlian ini sejak Pilpres 2014. **RS

Foto: Pinterest