Press "Enter" to skip to content

Resepsi Nikah Akan Dimungkinkan di Bandung

Pemerintah kota Bandung membuka izin bagi warganya untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan.

Meski masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemkot menilai resepsi dapat dilakukan dengan menerapkan kedisiplinan mengikuti protokol kesehatan. Sebab dalam program PSBB proporsional hingga 26 Juni 2020 nanti, ada izin bagi kegiatan ekonomi dengan tingkat penyebaran Covid-19 rendah.

Di balai kota, Rabu (17/6), Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, menyampaikan bahwa sebelum memberikan izin, jajarannya akan melihat kesiapan para pengelola gedung dan penyelenggara yang biasa menggelar resepsi pernikahan.

“Nanti wajib ada simulasi dulu. Lalu protokolnya harus ditaati,” ungkap Yana dikutip CNN.

“Misalnya buffet risikonya tinggi, tidak boleh langsung oleh tamu tapi disajikan petugas. Tadi kita juga sepakati flow atau akses masuk dan keluar tidak boleh bertemu. Petugas juga memakai sarung tangan, masker dan face shield untuk yang interaksinya dekat,” lanjutnya memberi contoh protokol.

Ketentuan lain terkait penerimaan tamu. Saat masuk tamu periksa suhu tubuh dengan thermo gun. Kemudian undangan memakai QR-code. Pelaminan akan dibuat memakai trap agar saat foto bersama tidak berjajar.

Pemkot juga mengharapkan resepsi pernikahan lebih banyak dilakukan di luar ruangan atau setidaknya di gedung yang luas, disesuaikan proporsinya dengan tamu yang diundang sehingga bisa menjaga jarak fisik.

Masyarakat yang ingin menyelenggarakan resepsi diwajibkan mengajukan permohonan terlebih dahulu agar pemkot bisa menurunkan petugas yang melakukan pengawasan.

Penyelenggara resepsi, terutama wedding organizer dan pihak venue, diwajibkan membuat pernyataan yang menjamin mereka mengetahui dan siap mematuhi setiap ketentuan di protokol kesehatan.

Langkah pemkot untuk mulai melonggarkan izin untuk resepsi pernikahan tak lepas dari keberadaan industri jasa pernikahan yang sebelum pandemi begitu menjamur menggerakkan ekonomi kreatif di kota Bandung.

Baca juga:  Pencalonan Gibran diwarnai Banyak Blunder

Ketua Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung, Aries Ismullah Ardiansyah, menyebut bahwa para pengusaha jasa penikahan sangat terdampak pandemi Covid-19.

“Wedding organizer di Kota Bandung ada 200 lebih. Belum organisasi lain seperti venue, katering, acara, dokumentasi dan dekorasi. Jadi yang terdampak itu ada ribuan pengusaha dan pekerja. Bisa lebih banyak lagi karena satu pengusaha dekorasi saja, bisa ratusan pegawai,” ungkap Aries.

Pelonggaraan ini diharapkan bisa membantu tumbuhnya kembali usaha yang dikerjakan para penyelenggara jasa pernikahan setelah tiga bulan mati suri. **RS

Foto: Instagram/Kangyanamulyana

Bagikan