edhie pramono semasa muda

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) era 2011-2013, Jend. (Purn) Pramono Edhie Wibowo tutup usia 65 tahun, pada Sabtu malam (13/6).

Adik ipar presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono itu diberitakan meninggal pada pukul 19.45 di RSUD Cimacan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dikarenakan serangan jantung. Rencananya hari ini (14/6) jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Sebagai seorang prajurit Pramono dikenal sebagai orang yang bersahaja, namun banyak prestasi.

Besar dari keluarga militer yang cukup terpandang, sebagai putra dari Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, serta kemudian keluarga dekat presiden, Pramono memang selalu dikait-kaitkan dengan ayah dan kakak iparnya.

Meski begitu, dalam banyak kesempatan, ia lebih memilih untuk tampil tanpa citra tersebut. Bahkan jika memungkinkan, lebih sering berpakaian sipil saat melakukan banyak perjalanan. Hal ini diakui oleh mereka yang mengenalnya di luar dunia militer.

Aktivis pemberdayaan pertanian, Swary Utami, misalnya, menceritakan pengalaman perjumpaannya dengan ayah dua anak ini.

“Waktu itu kami kebetulan bertemu dalam perjalanan menuju Banjarmasin. Beliau mengenalkan diri sebagai Pak Edhie, kami sering bertukar kontak dan pendapat soal pemberdayaan pertanian. Beliau banyak mendengar dan menyimak serta sesekali bertanya dan memberi komentar,” kisah Swary.

Swary mengaku waktu itu tidak mengetahui bahwa Pak Edhie tersebut sudah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi, jabatan yang diemban Pramono selepas menjadi Danjen Kopassus. Saat itu sang perwira memang punya perhatian khusus terkait upaya TNI membantu pemberdayaan masyarakat petani di Jawa Barat.

“Saya baru ngeh, kalau dia Pak Pramono waktu lihat berita serah-terima jabatan Pangkostrad. Waktu saya konfirmasi beliau masih saja mengelak. Sampai satu kali kita ketemu dan beliau lagi pakaian militer, baru dia cuma tertawa,” lanjut Swary.

Baca juga:  Maraknya Laporan Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

Pramono memang lebih memilih tampil secara sederhana, karena kebanyakan orang suka sungkan saat mengetahui ia adalah seorang petinggi militer apalagi sangat dekat dengan kekuasaan. Bila demikian, tentu sulit baginya untuk menyerap informasi demi semakin memahami masyarakat.

Saat dilantik menjadi KSAD, menggantikan Jend. (Purn) George Toisutta, banyak kalangan yang memprotes pemilihannya. Orang mengaitkan hubungannya sebagai ipar SBY mengindikasikan nepotisme dalam jabatan militer.

Meski demikian pria kelahiran Magelang ini menanggapinya dengan santai. Ia mengaku prestasi dan kinerjanyalah yang membuatnya dipilih atasan.

“Kalau saudara, memang saya adiknya Ibu Ani sejak lahir. Setelah Pak SBY menikah dengan Ibu Ani, memang saya adik iparnya. Itu sudah lama sebelum beliau naik jadi presiden. Saya tidak menjadikan itu beban, di TNI ada mekanisme sendiri untuk kenaikan jabatan,” demikian Pramono mengomentari tuduhan tersebut.

jenderal pramono edhie

Prestasinya di dunia militer memang cemerlang. Sejak Orde Baru ia cukup kenyang pengalaman komando dan menorehkan sejumlah prestasi baik dalam korps baret merah. Karirnya di jabatan teritorial dan struktural TNI pun cemerlang terutama selepas reformasi.

Setelah pensiun dari militer, Pramono sempat aktif di Partai Demokrat. Ia adalah salah satu dari sepuluh peserta konvensi Demokrat untuk pemilihan presiden 2014. **RS

Foto: Instagram/Agusyudhoyono

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.