Press "Enter" to skip to content

Aksi Simpatik Polisi Amerika, Berlutut di Depan Pendemo

Beberapa hari belakangan, aksi protes atas kematian George Floyd di Amerika Serikat berujung pada kericuhan.

Ini terjadi terutama di dua kota utama negara bagian Minnesota, yaitu Minneapolis dan Saint Paul.

Konfrontasi antara para peserta aksi protes dan polisi pun kerap terjadi. Bahkan di sejumlah wilayah pasukan Garda Nasional AS turut diturunkan membantu polisi.

Namun, tidak semua aksi itu berujung rusuh. Para polisi pun tidak selalu bertindak represif pada para pendemo yang melakukan aksi.

Hari Minggu (31/5) dalam aksi protes besar-besaran di sejumlah wilayah New York City, korps kepolisian kota ini (NYPD), menunjukkan aksi dramatis.

Saat berlangsung protes di wilayah Queens, New York, korps NYPD yang menjaga keamanan, serentak berlutut di depan para pendemo. Mereka memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan oleh rekan sejawatnya.

Beberapa waktu kemudian, korps NYPD di wilayah Manhattan juga melakukan hal serupa. Mereka berlutut saat para pendemo membacakan nama-nama korban kekerasan polisi.

Sebelumnya di Florida pada Sabtu (30/5), sejumlah satuan kepolisian juga turut berlutut dalam doa bersama yang digelar warga.

Aksi yang simpatik ini terbilang efektif dalam menurunkan tensi saat protes. Di hari-hari berikutnya pada Senin dan Selasa (1-2/6) satuan kepolisian di Portland, Michigan, Fayetteville dan Oakland juga melakukan hal serupa.

Di wilayah Genesee, Michigan, misalnya, kepala kepolisian setempat, Chris Swanson, bahkan turut berjalan menemani peserta aksi damai.

Saat para pendemo berseru: “Ayo ikut bersama kami!” Swanson dengan sigap merespon: “Ayo, kita berjalan kemana? Kami akan menemani kalian sepanjang malam.”

Salah seorang aktivis perjuangan kesetaraan hak di New York, Aleeia Abraham, mengaku cukup kaget dengan perubahan sikap para polisi.

Baca juga:  Saatnya Belajar dari China. Bukan dari AS!

“Sepanjang saya melakukan aksi protes, rasanya baru kali ini polisi Amerika merespon dengan cara ini,” ungkap Abraham, sebagaimana dikutip CNN.

Meski mengapresiasi sikap humanis para polisi, Abraham menilai sikap ini barulah permulaan.

“Ini langkah yang baik, namun akan lebih berarti jika ada tindakan perubahan sesuai dengan yang dituntut lewat aksi ini,” lanjutnya.

Meski baru sebatas tindakan simbolis, aksi simpatik pihak kepolisian Amerika ini setidaknya membuka harapan bahwa keadilan dan kemanusiaan bisa tetap dipertahankan. **RS

Foto: CNN

Bagikan